Adu Gagasan Bersama Bacabup Soal Masa Depan Bursel, Safitri Malik Ogah Hadir

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Pemuda dan mahasiswa Kabupaten Buru Selatan di Jakarta merasa kecewa atas ketidakhadiran beberapa bakal calon Bupati (Bacabup) termasuk Bupati Safitri Malik Solissa (SMS) yang juga Bacabup dalam dialog yang digelar oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Maluku (FKMM) menyoal masa depan Bursel kedepannya.

Dari informasi yang diterima, Safitri yang juga akan maju kembali sebagai bakal calon bupati Bursel pada Pilkada 2024 ini, dikabarkan tidak hadir dalam tukar gagasan bersama pemuda dan mahasiswa Bursel di Jakarta itu, karena beralasan sakit.

- Advertisement -

“Kami sudah berkewajiban mengkomunikasikan untuk ibu Bupati Safitri hadir dalam forum ini untuk bertukar gagasan bersama. Namun, (SMS, julukan Safitri) kabarnya tidak enak badan (sakit),” ungkap Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Maluku (FKMM), Ahmad Fatsey dalam pidato sambutannya di Blue Sky Hotel Jakarta, Minggu (26/5/2024).

Selain SMS, beberapa bakal calon bupati lainnya ogah hadir untuk memberikan gagasan soal masa depan Bursel bersama para pemuda, aktivis dan mahasiswa tersebut.

Padahal, mereka yang diundang untuk hadir adalah para bakal calon yang berencana untuk bertarung dalam pesta demokrasi Pilkada 2024 di Bursel nantinya.

- Advertisement -

Adapun mereka yang tidak menghadiri undangan forum tersebut diantarnya adalah, La Hamidi, Ibrahim Banda, Elza F Lesnussa, Muhajir Bahta, dan Ahmadan Loilatu.

Alhasil, forum generasi intelektual Buru Selatan yang digelar di salah satu hotel di Jakarta itu hanya di hadiri oleh bakal calon Bupati Buru Selatan seperti, Rahmat Mony, Hamid Souwakil, Lufti Sanaki, Abdul Haris Wally, dan Sami Latbual.

“Kami sangat berterima kasih atas abang-abang kami (para calon bupati) yang sudah menyempatkan waktu bersama kawan-kawan intelektual muda Bursel di Jakarta dalam forum ini. Semoga dengan forum ini bisa membawa beragam solusi untuk sama-sama mengatasi masalah Buru Selatan kedepannya,” ucap Fatsey.

“Harusnya masalah dan solusi untuk Buru Selatan ini juga ikut dijelaskan oleh ibu Bupati (Safitri Malik istri eks Bupati tahanan KPK, Tagop Sudarsono Solissa), namun tidak hadir karena alasan sakit. Bagi saya, jika bupatinya tidak menghargai generasi intelektual, justru akan jadi “petaka baru” yang berulang nantinya saat memimpin,” tambahnya.

Di sisi lain, para narasumber sekaligus bakal calon bupati Bursel yang hadir dalam forum tersebut mengumbar gagasan, janji, hingga visi dan misi mereka soal membangun masa depan Bursel dan solusi menangani permasalahan yang ada di masyarakat. Salah satunya adalah Rahmat Mony.

Figur calon bupati muda karib di sapa Mony itu dalam pemaparannya selain memberikan solusinya, juga melayangkan kritik keras atas kinerja pembangunan di Buru Selatan selama di pimpin oleh Safitri Malik Solissa (SMS).

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pemerintah Tegaskan Semua Pembayaran Jasa Pelabuhan Wajib Pakai Rupiah

JCCNetwork.id- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa seluruh aktivitas transaksi yang berlangsung di kawasan pelabuhan Indonesia wajib menggunakan mata uang rupiah. Pemerintah, kata...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER