Menhan Spanyol Sebut Konflik Gaza sebagai Genosida

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Menteri Pertahanan Spanyol menyebutkan pada hari Sabtu bahwa situasi konflik di Gaza dianggap sebagai genosida yang nyata.

Pernyataan ini muncul seiring dengan memburuknya hubungan antara Israel dan Spanyol akibat keputusan Madrid untuk mengakui negara Palestina.

- Advertisement -

Pernyataan terbaru dari Spanyol ini masih menunggu respons dari pihak Israel yang saat itu sedang merayakan hari Sabat.

Sebelumnya, Israel menolak tuduhan serupa yang dilontarkan oleh Afrika Selatan di Sidang Mahkamah Internasional (ICJ) terkait dugaan genosida terhadap warga Palestina.

Israel berargumen bahwa mereka hanya melakukan perang terhadap kelompok milisi Hamas yang melakukan serangan terhadap Israel selatan pada tanggal 7 Oktober.

- Advertisement -

Pernyataan Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah TVE, sejalan dengan komentar Wakil Perdana Menteri Spanyol, Yolanda Diaz, yang sebelumnya juga menggambarkan konflik di Gaza sebagai genosida.

“Kita tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi di Gaza, yang merupakan genosida nyata,” kata Robles dalam wawancara tersebut.

Dia menegaskan bahwa pengakuan Spanyol atas Palestina bukanlah bentuk permusuhan terhadap Israel, melainkan upaya untuk mengakhiri kekerasan di Gaza.

“Ini tidak melawan siapa pun, ini tidak melawan negara Israel, yang merupakan orang-orang yang kami hormati,” katanya.

Serangan militer Israel di Gaza telah mengakibatkan hampir 36.000 korban jiwa warga Palestina. Operasi militer tersebut diluncurkan sebagai respons atas serangan Hamas terhadap Israel selatan pada tanggal 7 Oktober 2023, yang menyebabkan kematian sekitar 1.200 orang dan lebih dari 250 orang lainnya disandera.

Spanyol, bersama dengan Irlandia dan Norwegia, telah mengumumkan rencana mereka untuk mengakui negara Palestina pada tanggal 28 Mei 2024, yang menimbulkan kemarahan dari pihak Israel.

Israel menyebutnya sebagai penghargaan bagi tindakan terorisme, dan sebagai tanggapan, menarik duta besarnya dari ketiga negara tersebut.

Para hakim di ICJ, pengadilan tertinggi PBB, telah memerintahkan Israel untuk segera menghentikan serangan militer mereka terhadap kota Rafah di Gaza selatan pada hari Jumat.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menegaskan pada hari Sabtu bahwa Israel harus mematuhi keputusan pengadilan.

“Langkah-langkah pencegahan yang diambil Mahkamah Internasional, termasuk penghentian serangan Israel di Rafah, adalah wajib. Kami menuntut penerapannya,” katanya dalam sebuah unggahan di situs media sosial X.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Antrean Kontainer Picu Macet, Dishub Bergerak

JCCNetwork.id-Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memanggil 19 pengelola depo peti kemas di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara menyusul kemacetan parah yang terjadi di...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER