LiuGong Bangun Pabrik Alat Berat di Karawang

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Produsen alat berat asal China, LiuGong, resmi memulai pembangunan fasilitas manufaktur pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Proyek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pada Rabu (22/7) dan menjadi langkah strategis untuk memperkuat industri alat berat nasional di tengah tingginya kebutuhan pasar domestik yang belum mampu dipenuhi oleh kapasitas produksi dalam negeri.

Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 2,7 hektare di kawasan Karawang Barat itu dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 5.000 unit alat berat setiap tahun. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat rantai pasok industri manufaktur nasional.

- Advertisement -

Pemerintah menyambut positif investasi tersebut karena dinilai dapat mempercepat pengembangan industri alat berat di Indonesia. Selain meningkatkan kemampuan produksi nasional, investasi itu juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan aktivitas industri, serta bertambahnya penerimaan daerah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang hadir dalam seremoni peletakan batu pertama mengatakan kebutuhan alat berat merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor. Menurutnya, hampir seluruh proyek pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga pengembangan kawasan pertanian dan pertambangan, tidak dapat dipisahkan dari penggunaan alat berat.

“Kebutuhan terhadap alat berat merupakan kebutuhan mendasar untuk membangun kemajuan sebuah bangsa, jalan memerlukan alat berat, membuka sawah baru, membuat danau, membuka area pertambangan dan membuka area perkebunan membutuhkan alat berat. Tidak ada satupun pembangunan yang tidak menggunakan alat berat,” ujar Dedi dalam pidatonya di upacara tersebut.

- Advertisement -

Ia menilai keberadaan pabrik LiuGong di Karawang akan mempermudah akses terhadap alat berat dengan harga yang lebih kompetitif bagi pemerintah maupun pelaku usaha. Langkah tersebut juga diyakini mampu memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat industri manufaktur terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyebut peluang investasi di sektor alat berat nasional masih sangat besar. Hal itu disebabkan permintaan pasar yang terus meningkat, sedangkan kapasitas produksi domestik belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan.

Kementerian Perindustrian mencatat kebutuhan alat berat di Indonesia pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 19.000 unit. Namun, kapasitas produksi nasional baru berada di kisaran 10.000 unit per tahun, sehingga masih terdapat selisih kebutuhan yang cukup besar.

Menurut Setia Diarta, pengembangan industri alat berat memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor strategis seperti pembangunan infrastruktur, perkebunan, kehutanan, pertambangan, hingga program hilirisasi sumber daya alam yang tengah didorong pemerintah.

“Produk alat berat merupakan subsektor penting yang perlu dikembangkan di dalam negeri mengingat besarnya kebutuhan alat berat di sektor infrastruktur, perkebunan, kehutanan dan sektor pertambangan, termasuk di dalamnya hilirisasi sumber daya alam,” ujar Diarta.

Fasilitas produksi LiuGong di Karawang nantinya terdiri atas tiga area utama, yakni fasilitas perakitan, area fabrikasi, serta lahan yang telah dipersiapkan untuk ekspansi pada tahap berikutnya. Perusahaan juga mengusung konsep manufaktur modern dengan tingkat otomatisasi produksi mencapai sekitar 70 persen.

Selain itu, operasional pabrik dirancang memanfaatkan energi hijau hingga 30 persen sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Vice Chairman sekaligus Presiden Guangxi LiuGong Machinery, Luo Guobing, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar mendirikan pabrik manufaktur, melainkan membangun ekosistem industri yang mengintegrasikan proses produksi, penelitian dan pengembangan (litbang), pengembangan sumber daya manusia, hingga kolaborasi dengan berbagai mitra industri.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, LiuGong telah menjalin kerja sama dengan sedikitnya delapan perguruan tinggi di Indonesia. Kemitraan itu difokuskan pada pengembangan talenta lokal melalui pendidikan, pelatihan, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu mendukung kebutuhan industri alat berat di masa depan.

Dengan dimulainya pembangunan fasilitas ini, pemerintah berharap investasi di sektor manufaktur alat berat terus bertambah sehingga kapasitas produksi nasional semakin meningkat, mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik, sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat regional maupun global.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pakansari Resmi Jadi Kandang Timnas Indonesia di AFF 2026

JCCNetwork.id- Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dipastikan siap menjadi markas Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2026 setelah seluruh proses renovasi dan pembenahan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER