JCCNetwork.id- Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran nasional masih menunjukkan variasi, dengan cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang berada pada level harga tinggi. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada Rabu (22/7/2026) pukul 09.34 WIB, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp55.150 per kilogram (kg).
Selain cabai rawit merah, harga telur ayam ras juga masih berada pada kisaran Rp29.600 per kg. Data tersebut mencerminkan kondisi harga pangan yang dipantau secara berkala untuk memberikan gambaran perkembangan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang merah tercatat sebesar Rp42.600 per kg, sedangkan bawang putih berada di level Rp43.200 per kg. Kedua komoditas ini masih menjadi kebutuhan utama rumah tangga sekaligus berperan penting dalam memengaruhi pengeluaran masyarakat.
Di kelompok beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp14.750 per kg dan kualitas bawah II sebesar Rp14.600 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium I dipasarkan dengan harga Rp16.400 per kg dan medium II sebesar Rp16.200 per kg.
Adapun beras kualitas premium masih berada pada level yang lebih tinggi. Beras kualitas super I tercatat dijual Rp17.650 per kg, sedangkan beras kualitas super II mencapai Rp17.150 per kg.
PIHPS juga mencatat harga komoditas cabai lainnya masih berada di kisaran tinggi. Cabai merah besar dijual Rp47.550 per kg, cabai merah keriting mencapai Rp46.050 per kg, sedangkan cabai rawit hijau berada di angka Rp52.450 per kg.
Untuk kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat sebesar Rp38.750 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I dijual Rp150.550 per kg dan daging sapi kualitas II berada di harga Rp141.700 per kg.
Di sisi lain, harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.300 per kg, sedangkan gula pasir lokal dijual Rp19.100 per kg. Harga tersebut masih menjadi acuan bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Sementara untuk komoditas minyak goreng, minyak goreng curah dipasarkan dengan harga Rp20.550 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp24.200 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II dijual Rp23.400 per liter.
Data PIHPS Bank Indonesia tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan harga pangan nasional yang dipantau setiap hari. Pergerakan harga berbagai komoditas dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari pasokan, distribusi, kondisi cuaca, hingga permintaan masyarakat di berbagai wilayah.
Pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi, terutama untuk komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap pengeluaran rumah tangga.


