BYD Percepat Ekspansi EV Lewat Infrastruktur dan Denza

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD, mengumumkan rencana pembangunan 6.000 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) berteknologi supercepat di berbagai negara.

Sekitar 3.000 unit di antaranya akan difokuskan untuk kawasan Eropa sebagai bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik di wilayah tersebut.

- Advertisement -

Pengumuman ini beriringan dengan peluncuran strategi global merek premium Denza, yang kini sepenuhnya berada di bawah kendali BYD setelah sebelumnya merupakan hasil kolaborasi dengan Mercedes-Benz.

Dalam sebuah pameran otomotif di Paris, Denza memperkenalkan model unggulannya, Z9 GT, yang menyasar segmen kendaraan listrik kelas atas.

Selain Z9 GT, Denza juga membawa model MPV premium D9 berkapasitas tujuh penumpang untuk pasar Eropa.

- Advertisement -

Model tersebut sebelumnya mencatatkan penjualan kuat di pasar domestik Tiongkok, dan diharapkan mampu bersaing di pasar Eropa yang kompetitif.

Dalam rencana jangka menengah, Denza menargetkan ekspansi operasional ke lebih dari 30 negara di Eropa hingga akhir 2026.

Untuk mendukung target tersebut, perusahaan juga berencana membuka lebih dari 150 gerai ritel dan dealer resmi guna menjaga layanan purna jual serta pengalaman pelanggan.

“Tak tanggung-tanggung, mereka berencana membuka lebih dari 150 gerai retail atau dealer resmi untuk memastikan layanan purna jual dan pengalaman konsumen tetap terjaga di level premium,” tulis Carnewschina, Senin (13/4/2026).

BYD mengandalkan teknologi pengisian daya cepat sebagai salah satu keunggulan utama.

Sistem flash-charging yang dikembangkan diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar lima menit, dan mencapai 97 persen dalam waktu kurang dari 10 menit.

Teknologi ini juga disebut tetap optimal dalam kondisi suhu ekstrem hingga minus 30 derajat Celsius, dengan waktu pengisian sekitar 12 menit.

Dari sisi produk, Z9 GT hadir dengan dua pilihan sistem penggerak.

Versi listrik murni diklaim memiliki jarak tempuh hingga 1.036 kilometer berdasarkan standar CLTC, sementara varian plug-in hybrid menawarkan jarak tempuh listrik hingga 401 kilometer.

Kendaraan ini juga dibekali sistem suspensi canggih serta teknologi bantuan pengemudi pintar “God’s Eye 5.0”.

Dengan banderol sekitar 115.000 euro atau setara Rp1,9 miliar, Z9 GT akan bersaing di segmen premium, termasuk dengan model seperti Porsche Taycan.

Melalui pengembangan kendaraan dan infrastruktur pengisian daya secara bersamaan, BYD menegaskan strategi untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di pasar global.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Mentan Soroti Lambannya Rehabilitasi Sawah di Sumbar

JCCNetwork.id- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti lambannya proses pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana saat melakukan peninjauan langsung di Desa Lubuk Alung, Kecamatan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER