JCCNetwork.id- Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 3,3 mengguncang wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Sabtu (25/7/2026) dini hari. Getaran gempa dilaporkan terasa di kawasan Kotanopan, namun hingga kini belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa.
Berdasarkan informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.27 WIB dengan pusat gempa berada di daratan, sekitar 38 kilometer di sebelah selatan Kabupaten Mandailing Natal.
Hasil analisis BMKG menunjukkan episentrum gempa berada pada koordinat 0,53 Lintang Utara dan 99,56 Bujur Timur dengan kedalaman hiposenter mencapai 10 kilometer. Kedalaman yang tergolong dangkal tersebut menyebabkan getaran dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
“Gempa (UPDATE) Mag:3.3, 25-Jul-26 05:27:51 WIB, Lok:0.53 LU, 99.56 BT (Pusat gempa berada di darat 38 km Selatan Mandailing Natal), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) III Kotanopan, Mandailing Natal,” tulis BMKG.
Dalam laporan resminya, BMKG menyebutkan bahwa intensitas guncangan mencapai skala III Modified Mercalli Intensity (MMI) di wilayah Kotanopan dan sebagian Mandailing Natal. Pada tingkat intensitas tersebut, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah, menyerupai sensasi saat sebuah truk besar melintas di sekitar bangunan.
Meski getaran sempat dirasakan warga, hingga berita ini diturunkan belum terdapat informasi mengenai kerusakan infrastruktur, bangunan, maupun adanya korban luka atau korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Aparat dan pemerintah daerah juga masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap aman.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal-kanal BMKG maupun instansi terkait.
Selain itu, BMKG menjelaskan bahwa data yang diumumkan sesaat setelah gempa merupakan hasil analisis awal atau quick assessment. Informasi tersebut masih memungkinkan mengalami pembaruan apabila terdapat tambahan data dari jaringan pemantauan seismik yang lebih lengkap.
Masyarakat di wilayah Mandailing Natal dan sekitarnya juga diingatkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, meski hingga saat ini belum ada laporan aktivitas lanjutan yang signifikan. Pemerintah bersama BMKG akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat apabila terjadi perubahan kondisi.























