Pesisir Bedono Geger Fenomena Ikan Mati

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ribuan ikan ditemukan mati mendadak di wilayah pesisir Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sejak Rabu (26/11/2025). Kejadian yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir ini memicu kepanikan warga sekaligus mengancam sumber penghidupan para nelayan setempat.

Bangkai ikan berbagai ukuran tampak memenuhi permukaan air di jalur perairan Tonosari hingga Desa Sriwulan. Kondisi tersebut terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial dan menarik perhatian publik karena skala kematian ikan yang masif serta dampaknya terhadap ekosistem pesisir.

- Advertisement -

Nelayan yang sengaja hendak melaut pada Rabu pagi pertama kali mendapati fenomena tersebut. Mereka mengaku tidak pernah melihat kejadian serupa dalam skala sebesar ini.

“Awalnya saya tidak tahu, tiba-tiba ikannya mati semua di sepanjang lokasi ini,” ujarnya saat ditemui Sabtu (29/11/2025).

Ia menyebut para nelayan kini semakin kesulitan mencari tangkapan.

- Advertisement -

“Merugikan semua bagi nelayan. Susah banget cari ikan, kalau ikannya mati ya nelayan tidak bisa mencari ikan,” keluhnya.

Polsek Sayung memastikan kejadian tersebut berada di area pesisir sekitar proyek pembangunan kolam retensi yang terhubung dengan proyek Tol Laut Semarang–Demak. Kapolsek Sayung AKP Suprapto menyebut kematian massal ikan mulai dilaporkan pada 26 November.

“Benar, banyak ikan yang mati di sekitar area proyek kolam retensi. Kejadiannya sekitar hari Rabu tanggal 26,” jelas Suprapto.

Tim gabungan dari kepolisian dan DLH telah mengambil sampel air serta bangkai ikan untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti.

“Kami sudah lakukan pengecekan bersama. Tinggal menunggu hasil lab dari DLH,” tegasnya.

Dugaan sementara mengarah pada adanya perubahan kualitas air akibat percampuran air tawar dan air laut yang terhambat oleh struktur proyek pesisir. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut diduga meningkatkan volume air tawar sehingga mengubah salinitas perairan dan menimbulkan kondisi tidak ideal bagi organisme laut.

Selain faktor lingkungan, kemungkinan pencemaran dari limbah kawasan sekitar belum diabaikan. Penyelidikan masih berlangsung sembari menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan langkah mitigasi.

Bangkai ikan masih ditemukan di beberapa titik perairan. Warga dan nelayan berharap pemerintah segera menindaklanjuti temuan tersebut agar kerusakan lingkungan tidak meluas dan aktivitas melaut dapat kembali normal.

Pemerintah daerah diminta memberikan jaminan perlindungan terhadap mata pencaharian nelayan yang terdampak, sekaligus mempercepat hasil investigasi untuk memastikan penyebab tragedi ekologi tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Lawan Arus hingga Knalpot Brong Disasar Operasi Keselamatan Jaya

JCCNetwork.id- Kepolisian Daerah Metro Jaya resmi menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 secara serentak di seluruh wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya. Operasi ini berlangsung selama...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER