JCCNetwork.id- Kebakaran terjadi di Gedung Djakarta Theater yang berlokasi di Jalan MH Thamrin No. 9, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/7) malam. Insiden yang diduga dipicu korsleting listrik itu berhasil ditangani petugas pemadam kebakaran dalam waktu singkat sehingga api tidak sempat meluas ke bagian lain gedung.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Berdasarkan informasi awal, sumber api berasal dari area dapur bioskop XXI yang berada di dalam kompleks Gedung Djakarta Theater. Asap sempat terlihat keluar dari ruangan tersebut dan memicu respons cepat dari petugas pemadam kebakaran.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua, mengatakan tim pemadam segera diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Kecepatan respons petugas menjadi faktor utama yang mencegah kobaran api membesar dan merambat ke ruangan lain di dalam gedung.
Sebanyak satu unit mobil pemadam kebakaran dengan empat personel dikerahkan untuk mengatasi kebakaran tersebut. Proses pemadaman berlangsung sekitar 20 menit dan dinyatakan selesai pada pukul 21.50 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Seluruh pengunjung dan pekerja di sekitar lokasi dipastikan dalam kondisi selamat setelah situasi berhasil dikendalikan.
“Korban nihil, pemadaman sudah selesai dilakukan,” tandas orang nomor satu di BPBD DKI itu.
Meski demikian, kebakaran tetap menimbulkan kerugian material. Nilai kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta, terutama karena kerusakan pada area dapur yang menjadi titik awal munculnya api.
Petugas masih melakukan pendataan serta pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan tidak ada faktor lain yang memicu insiden tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap instalasi kelistrikan, khususnya di bangunan komersial yang memiliki aktivitas tinggi. Pemeriksaan berkala dan penerapan standar keselamatan dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan maupun menimbulkan kerugian ekonomi.


