JCCNetwork.id– Seorang remaja laki-laki berinisial MF (16) Warga Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, secara tragis membunuh bocah AR (8) gegara berbicara kata kasar terhadapnya.
“Nambongo (bodoh dalam bahasa Kaili) kau ini naik sepeda, kata korban kepada pelaku MF saat sepeda yang mereka tumpangi berdua jatuh,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palu, AKP Ferdinand E. Numbery, Kamis (2/10/2023).
Lantaran sakit hati, kata Ferdinand MF langsung menghajar AR hingga terjatuh. Karena tak puas pelaku mencekik leher korban hingga tak bernapas. Kemudian membuka baju dan celana korban dan meninggalkan korban begitu saja.
“Pelaku MF sempat memainkan alat kelamin korban. Namun tidak terjadi adanya kekerasan seksual yang dilakukan pelaku. Dari hasil visum luar juga tidak ditemukan adanya kekerasan seksual baik di kemaluan maupun di dubur korban,” jelasnya.
Peristiwa tragis ini bermula saat MF mengajak AR bermain stik es krim. Keduanya berboncengan dengan menggunakan sepeda.
Ketika melewati Jl Asam II, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, sepeda yang ditumpangi keduanya terjatuh, karena jalan yang dilalui rusak dan bergelombang. Sontak korban langsung melontarkan kata-kata “nambongo kau ini” terhadap pelaku.
Kemudian pelaku menjawab “kau ini sudah diantar tapi kurang ajar”.
Saat melewati jalan sunyi pelaku meletakkan sepedanya dan menganiaya korban menggunakan lututnya hingga korban sempat meronta-ronta sampai pada akhirnya korban sudah tidak bergerak lagi.
“Dan setelah korban sudah tidak bergerak pelaku membuka baju dan celana korban kemudian membuang ke semak semak dan pelaku sempat memegang-megang penis korban, setelah itu pelaku pergi meninggalkan korban di TKP dan langsung pulang ke rumahnya,” ungkap Ferdinand.
Sekitar pukul 20.15 Waktu Indonesia Tengah (Wita) pelaku kembali ke rumahnya. Singkat cerita kemudian datang beberapa orang mengetuk pagar dari luar mencari pelaku karena ada yang melihat pelaku membonceng korban dengan menggunakan sepeda.
Tapi pelaku bersikukuh tak mengaku dan menyampaikan kalau AR dia tinggalkan di jalan. Sudah mencoba mencari korban namun tak kunjung ditemukan, warga pun kembali ke rumah MF.
Ikutan panik orang tua pelaku mengajaknya untuk mencari korban
dengan menggunakan mobil. Saat pelaku menunjukkan posisi korban, kedua orang tua pelaku langsung menangis melihat korban telentang di atas tanah dekat semak-semak tanpa busana.
Pelaku langsung dibawa ke Polsek Palu Barat. Demi mengantisipasi kemarahan warga, pelaku langsung dibawa ke kantor Polresta Palu.



