JCCNetwork.id- Jakarta – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menegaskan bahwa ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi yang didukung oleh kekayaan intelektual memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai ekonomi serta memainkan peran penting dalam mendorong investasi di era ekonomi global.
Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Min Usihen, menyatakan bahwa penguatan kekayaan intelektual melalui kemampuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sangat krusial.
Hal ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, tetapi juga membantu Indonesia keluar dari jebakan kelas menengah atau middle income trap dan mencapai status negara maju sesuai visi Indonesia Emas 2045.
“Kekayaan Intelektual yang dibangun melalui kemampuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi suatu bangsa merupakan faktor mendasar dan krusial. Tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, namun juga kemampuan suatu negara dalam memenuhi kebutuhan warganya,” ujar Min dalam
keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Dalam Workshop Penguatan Ekosistem Kekayaan Intelektual melalui Technology and Innovation Support Center (TISC) di Jakarta, Min menjelaskan bahwa kemajuan sains dan teknologi adalah kunci dalam meningkatkan kinerja ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Peran inovasi dan teknologi sangat penting dalam proses pengembangan produk baru atau peningkatan produk yang ada.
Pusat Dukungan Teknologi dan Inovasi (TISC), yang digagas oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), bertujuan menjawab tantangan dalam perkembangan inovasi dan teknologi.
TISC menyediakan sarana bagi para penemu untuk mengakses informasi teknologi berkualitas tinggi dan layanan lainnya, sehingga mereka dapat memaksimalkan potensi inovatif mereka serta menciptakan, melindungi, dan mengelola hak kekayaan intelektual.
Min menambahkan bahwa WIPO bekerja sama dengan negara-negara anggota untuk mendukung pembentukan dan pengoperasian TISC yang efektif.
Dukungan ini meliputi akses ke basis data paten, sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan staf TISC, serta penyediaan informasi dan materi pelatihan.
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat jaringan kerja sama TISC Nasional, sehingga diharapkan ekosistem kekayaan intelektual dapat terintegrasi dengan baik, baik secara nasional maupun internasional.
Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST), dan Rahasia Dagang, Sri Lastami, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk jaringan TISC Nasional antar perguruan tinggi yang kuat dan terintegrasi.
Harapannya, ini akan mendorong budaya inovasi dan kreasi serta memberikan dampak positif pada permohonan kekayaan intelektual dan pemanfaatan pelindungan kekayaan intelektual secara ekonomi.
“Saya berharap kegiatan ini akan menjadi media untuk membangun jaringan yang kuat dan juga terintegrasi dengan baik sehingga mampu memberikan dampak positif dalam permohonan kekayaan intelektual khususnya paten dan pemanfaatan pelindungan kekayaan intelektual secara ekonomi,” Pungkas Sri.
Workshop ini berlangsung pada 27-29 Mei 2024 di Jakarta, diikuti oleh 42 perguruan tinggi anggota TISC Nasional, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, serta WIPO Expert.



