Akhir Pekan, Harga Pangan Berfluktuasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pergerakan harga pangan nasional kembali mengalami fluktuasi pada akhir pekan, Sabtu (9/5/2026). Sejumlah komoditas kebutuhan pokok tercatat mengalami kenaikan harga di berbagai daerah, terutama kelompok cabai, bawang, hingga minyak goreng. Meski demikian, beberapa bahan pangan lainnya justru menunjukkan tren penurunan.

Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, lonjakan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang naik 9,56 persen menjadi Rp65.350 per kilogram. Kenaikan tersebut memperlihatkan masih tingginya tekanan harga pada komoditas hortikultura menjelang pertengahan Mei.

- Advertisement -

Selain cabai rawit merah, harga cabai merah keriting juga meningkat 6,91 persen menjadi Rp50.300 per kilogram. Sementara cabai merah besar naik 6,07 persen menjadi Rp52.400 per kilogram. Untuk cabai rawit hijau, harga tercatat naik 1,65 persen dan kini berada di level Rp49.400 per kilogram.

Komoditas bawang turut mengalami kenaikan harga. Bawang merah naik 2,52 persen menjadi Rp46.800 per kilogram. Sedangkan bawang putih mengalami kenaikan tipis sebesar 0,64 persen menjadi Rp39.150 per kilogram.

Di sektor beras, sebagian jenis mengalami kenaikan dan sebagian lainnya justru turun. Beras kualitas bawah I dan II sama-sama naik 0,34 persen menjadi Rp14.550 per kilogram. Namun, harga beras medium II turun 0,31 persen menjadi Rp15.950 per kilogram.

- Advertisement -

Sementara itu, harga beras kualitas super I turun 0,29 persen menjadi Rp17.350 per kilogram. Adapun beras medium I masih bertahan di harga Rp16.100 per kilogram dan beras super II tetap berada di level Rp16.900 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas protein hewani. Daging ayam ras segar tercatat naik 0,77 persen menjadi Rp39.100 per kilogram. Daging sapi kualitas I mengalami kenaikan tipis sebesar 0,03 persen menjadi Rp147.800 per kilogram.

Berbeda dengan kualitas I, harga daging sapi kualitas II justru turun 0,21 persen menjadi Rp138.250 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada telur ayam ras segar yang turun 0,95 persen menjadi Rp31.150 per kilogram.

Dari kelompok bahan pangan olahan, harga gula pasir premium naik 0,25 persen menjadi Rp20.200 per kilogram. Sedangkan gula pasir lokal tidak mengalami perubahan dan tetap dijual di harga Rp19.200 per kilogram.

Kenaikan harga juga masih membayangi komoditas minyak goreng. Minyak goreng curah naik 0,49 persen menjadi Rp20.650 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing naik menjadi Rp23.800 dan Rp23.000 per liter.

Perubahan harga pangan yang terjadi di sejumlah komoditas ini menjadi perhatian masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga pada pertengahan tahun. Pemerintah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau pasokan dan distribusi agar lonjakan harga tidak semakin membebani konsumen.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

DKI Targetkan Pembebasan 2.000 Ijazah Siswa Miskin

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembebasan ribuan ijazah siswa yang sempat tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan pada semester pertama 2026. Kebijakan ini difokuskan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER