JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam penanganan persoalan perlintasan kereta api di wilayah Ibu Kota, meskipun kewenangan utama tetap berada pada PT Kereta Api Indonesia (KAI). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat keselamatan publik di tengah tingginya mobilitas masyarakat perkotaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah daerah siap menindaklanjuti setiap bentuk koordinasi maupun penugasan yang berasal dari KAI terkait pengelolaan perlintasan sebidang. Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam menekan angka kecelakaan di titik-titik rawan.
“Seperti kita ketahui bersama, untuk lintasan rel kereta api itu memang menjadi tanggung jawab atau kewenangan dari KAI,” ujar Pramono di Jakarta, Senin (4/5).
Ia menjelaskan bahwa peran pemerintah provinsi bersifat mendukung dan kolaboratif, mengingat regulasi sektor perkeretaapian berada di bawah otoritas pemerintah pusat dan operator. Kendati demikian, Pemprov DKI memiliki kepentingan langsung terhadap keselamatan warganya, terutama di kawasan dengan tingkat perlintasan tinggi.
Pramono juga menekankan pentingnya kerja sama yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, operator kereta api, hingga kementerian terkait. Menurutnya, penanganan perlintasan sebidang tidak dapat dilakukan secara parsial karena kompleksitas persoalan yang melibatkan aspek teknis, lalu lintas, hingga keselamatan manusia.
“Sehingga dengan demikian Pemerintah DKI Jakarta kalau kemudian ada penugasan yang diberikan, kami akan dengan senang hati untuk memberikan support kepada KAI,” imbuhnya.
Sejumlah perlintasan sebidang di Jakarta hingga kini masih menjadi titik rawan kecelakaan, terutama pada jam-jam sibuk ketika arus kendaraan dan perjalanan kereta api sama-sama meningkat. Kondisi ini menuntut adanya langkah terpadu, baik dalam bentuk peningkatan infrastruktur, pengawasan, maupun edukasi kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kolaborasi yang lebih erat dengan KAI dapat menghasilkan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan penataan ulang atau penghapusan perlintasan sebidang di lokasi tertentu guna meminimalkan risiko kecelakaan di masa mendatang.


