Seluruh Korban Longsor TPST Bantargebang Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Proses pencarian korban longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, resmi dihentikan setelah seluruh korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Operasi pencarian ditutup pada Selasa (10/3/2026) setelah tidak ada lagi laporan mengenai korban hilang di lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan awal yang diterima tim penyelamat, terdapat 13 orang yang diduga tertimbun material longsoran sampah. Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa hari, seluruh korban akhirnya berhasil ditemukan.

- Advertisement -

“Data korban selamat enam orang, sementara korban meninggal tujuh orang,” kata Desiana dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Ia menyampaikan bahwa proses pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, aparat kepolisian, TNI, petugas BPBD, serta relawan. Mereka bekerja secara bergantian sejak laporan kejadian diterima untuk mengevakuasi korban yang tertimbun di area longsoran.

Menurut Desiana, setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan tidak ada lagi laporan orang hilang, operasi pencarian dan penyelamatan secara resmi dihentikan. Penutupan operasi SAR juga dilakukan setelah tim melakukan evaluasi di lapangan.

- Advertisement -

“Seluruh korban ditemukan, operasinya telah ditutup,” tuturnya.

Peristiwa longsor di kawasan TPST Bantargebang tersebut terjadi saat sejumlah pekerja dan pemulung berada di sekitar area tumpukan sampah. Material sampah yang longsor diduga menimbun sejumlah orang yang berada di lokasi sehingga memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR.

Selama proses pencarian, tim penyelamat menghadapi berbagai kendala di lapangan, seperti kondisi tumpukan sampah yang tidak stabil serta potensi longsor susulan. Meski demikian, upaya pencarian terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Berdasarkan data yang dihimpun tim SAR, terdapat enam korban yang berhasil selamat dari kejadian tersebut, yakni Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir.

Sementara itu, tujuh korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah Enda Widayanti, Sumine, Dedi Sutrisno, Irwan Supriatin, Jussova Situmorang, Hardianto, dan Riki Supriadi.

Empat korban meninggal dunia pertama ditemukan pada Minggu (8/3/2026), yakni Enda Widayanti, Sumine, Dedi Sutrisno, dan Irwan Supriatin. Sedangkan tiga korban lainnya, yaitu Jussova Situmorang, Hardianto, dan Riki Supriadi, berhasil ditemukan pada Senin (9/3/2026).

Seluruh korban yang meninggal dunia telah dievakuasi dari lokasi longsor dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemulung dan pekerja di sekitar TPST Bantargebang, agar tetap meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area tumpukan sampah guna menghindari potensi bahaya serupa di masa mendatang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Real Madrid Krisis Usai Tersingkir, Kursi Pelatih Terancam Berganti

JCCNetwork.id-Kekalahan Real Madrid dari Bayern Munich di ajang Liga Champions UEFA memicu krisis besar di tubuh klub raksasa Spanyol tersebut. Hasil tersebut membuat Los Blancos...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER