Kasus Keracunan MBG di SBB, BEM Muhammadiyah Maluku Desak Sanksi Hukum Tegas

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Maluku, Azril Fajar Waran, menyoroti kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku.

Ia menyebut insiden tersebut sebagai bentuk kegagalan serius dalam pengawasan dapur dan distribusi makanan program nasional tersebut.

- Advertisement -

Diketahui, 232 siswa di Kecamatan Kairatu dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap hidangan MBG pada hari pertama pelaksanaan program.

“Ini menyangkut nyawa manusia. Oknum yang lalai dalam pengelolaan MBG di SBB harus diberi sanksi hukum seadil-adilnya,” tegas Azril, Selasa (21/10).

Menurutnya, kejadian di SBB bukan yang pertama. Kasus serupa juga pernah muncul di beberapa daerah lain di luar Maluku, menunjukkan lemahnya sistem pengawasan di lapangan.

- Advertisement -

Azril mendesak pemerintah daerah dan pusat segera melakukan investigasi menyeluruh dan transparan, serta memastikan ada pengawasan pangan rutin untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

“Jika ditemukan penyuplai atau pengelola yang tidak profesional, mereka harus dicopot atau diberhentikan. Program MBG seharusnya membawa manfaat, bukan membahayakan,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperketat standar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Libur Sekolah 2026, PELNI Targetkan 693 Ribu Penumpang Manfaatkan Tiket Diskon 30 Persen

JCCNetwork.id- PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menghadirkan program potongan harga tiket kapal penumpang sebesar 30 persen selama masa libur sekolah 2026. Kebijakan tersebut menjadi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER