Antrean Kontainer Picu Macet, Dishub Bergerak

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memanggil 19 pengelola depo peti kemas di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara menyusul kemacetan parah yang terjadi di Simpang Kolong Cakung.

Langkah tersebut ditempuh untuk mencari solusi atas antrean truk kontainer yang mengganggu kelancaran lalu lintas.

- Advertisement -

Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan rapat koordinasi akan melibatkan seluruh pengelola depo, terdiri atas tujuh depo di Jakarta Timur dan 12 depo di Jakarta Utara.

“Iya, jadi hari ini kita akan panggil seluruh depo yang ada di sekitar sini. Ini jumlahnya ada 19. Di Jakarta Timur ada tujuh, di Utara ada 12. Kita akan rapatkan dengan para depo itu semua,” ujar Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Kamis (23/6/2026).

Menurut Budi, kepadatan lalu lintas dipicu meningkatnya volume peti kemas impor yang tidak diimbangi dengan arus ekspor.

- Advertisement -

Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan peti kemas di sejumlah depo hingga melebihi kapasitas.

“Peti kemas yang datang banyak, sedangkan yang diangkut kurang. Sehingga itu jadi penumpukan. Dan ini sudah overload (kelebihan muatan), sehingga ditaruh di depo-depo yang ada saat ini,” jelas Budi.

Di sisi lain, aktivitas truk yang mengangkut dan mengambil peti kemas kosong turut memperparah antrean kendaraan menuju depo sehingga kemacetan tidak dapat dihindari.

“Nah, di satu sisi para truk ini juga ingin masuk membawa peti kemas yang kosong. Akhirnya menumpuklah di situ,” ucap Budi.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Dishub DKI akan meminta pengelola terminal dan depo peti kemas meningkatkan kapasitas penumpukan.

Peningkatan batas kapasitas dinilai dapat mengurangi risiko penumpukan peti kemas ketika volume impor mengalami lonjakan.

Selain melakukan koordinasi dengan pengelola depo, Dishub DKI juga menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Cakung-Cilincing.

“Ini yang kami juga akan meminta ke depannya agar batas kapasitasnya bisa ditingkatkan. Seperti itu. Kalau memang saat ini kan 65 persen, bisa 75 atau 85 persen Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Budi.

Putaran Cakung ditutup sementara guna mengurangi kepadatan arus kendaraan, terutama truk kontainer.

Arus kendaraan selanjutnya dialihkan menuju Terminal Tanah Merdeka yang disiapkan sebagai lokasi tunggu sementara bagi truk kontainer.

Terminal tersebut memiliki kapasitas sekitar 200 unit truk sehingga diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan di badan jalan.

Dishub mengimbau seluruh pengemudi truk kontainer mengikuti pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan petugas, termasuk memanfaatkan jalur putar alternatif maupun Terminal Tanah Merdeka hingga kondisi lalu lintas kembali normal.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Praperadilan Ditolak Total, Status Tersangka Roy Suryo Tetap Sah

JCCNetwork.id- Roy Suryo harus kembali menelan pil pahit setelah upayanya menggugurkan status tersangka melalui praperadilan kandas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim tunggal I Ketut...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER