KKB Menyalahkan Warga Sipil sebagai ‘Agen Tentara dan Polisi’

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Aksi kekerasan tak kenal henti dari Kelompok Kekerasan Bersenjata (KKB) di Papua telah menciptakan ketakutan yang bagi masyarakat setempat. Dalam serangkaian tindakannya yang semakin brutal, KKB baru-baru ini membakar sebuah sekolah dan kios-kios usaha yang dituduh sebagai tempat penyimpanan senjata api dan amunisi milik aparat keamanan.

Jurubicara dari Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengungkapkan bahwa kios-kios tersebut diduga dikelola oleh agen-agen tentara dan polisi.

- Advertisement -

Menurutnya, kios-kios tersebut kerap digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata api, dan bahkan menjadi sumber informasi bagi aparat keamanan.

“Kami mengetahui bahwa kios-kios itu kebanyakan dikelola agen-agen tentara dan polisi,” ungkap juru bicara Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom.

KKB menuding pengelola kios itu kerap menyimpan senjata api berupa pistol dan senjata. Mereka juga kerap menjadi informan aparat TNI-Polisi.

- Advertisement -

Sebby mengatakan, KKB telah mengumumkan daerah yang menjadi wilayah perang. Jika itu wilayah perang, maka siapa pun tak boleh menempati wilayah itu.

KKB menyatakan beberapa daerah sebagai wilayah perang, menegaskan bahwa tidak ada yang boleh menempati wilayah tersebut. Tindakan mereka tak hanya mengarah kepada fasilitas militer, tetapi juga membakar kios-kios yang dikelola oleh warga sipil dengan tuduhan yang sama.

Dampak dari tindakan kekerasan KKB tersebut membuat warga sipil merasa terancam dan meminta perlindungan kepada aparat keamanan, meminta agar TNI-Polri menjaga keamanan mereka dari serangan-serangan brutal yang dilancarkan oleh KKB.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

MU Raih Kemenangan Perdana Pramusim

JCCNetwork.id-Manchester United meraih kemenangan perdana pada rangkaian pramusim 2026 setelah membungkam klub Liga Norwegia, Rosenborg, dengan skor telak 5-0 di Stadion Lerkendal, Trondheim, Jumat. Lima...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Harga Minyak Dunia Naik Turun Akibat Perang, Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Tak Naik
05:10
Video thumbnail
AHY Pacu Kawasan KUNCI Bersama untuk Ciptakan Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
05:53
Video thumbnail
Sudaryono Tegas! Tak Ada Ampun bagi Kepala SPPG yang Terlibat Markup atau Gratifikasi
08:14
Video thumbnail
BGN Tegas Berantas Pungli, Kepala SPPG Peminta Fee Siap-siap Dipecat
08:08
Video thumbnail
Sudaryono Tegas! Dapur MBG yang Ditutup Permanen Tak Lagi Dibayar
08:11
Video thumbnail
BGN Siapkan Sistem Digital untuk Orang Tua Cek Menu Makan MBG
08:19
Video thumbnail
Qodari Tegas! MBG Tetap Jadi Fokus Pemerintah Meski Pimpinan BGN Berganti
09:21
Video thumbnail
Pidato Menggelegar Megawati: Saya Presiden ke-5 RI dan Perempuan Pertama yang Memimpin
13:17
Video thumbnail
Evaluasi Besar-Besaran Benahi BGN Pegawai Diberhentikan dan Ratusan Dapur Ditutup #shorts
01:37
Video thumbnail
Operasi Besar-Besaran BGN Pecat Ratusan Pegawai dan Tutup Dapur MBG Bermasalah
08:20
Video thumbnail
Sampaikan Pesan Keras di Pidato, Megawati : Apa Kalian Tidak Mau Insaf?
13:18
Video thumbnail
Perry Lepas Jabatan, Destry Damayanti Bersiap Kawal Stabilitas Bank Indonesia
11:43
Video thumbnail
Mentri Geram! Pengembangan Perumahan Bermasalah Diberi Deadline 1 Minggu , Unsur Pidana Langsung
11:25
Video thumbnail
Megawati: Akar Rumput Mau Diinjak Mau Dibunuh Suatu Saat Akan Kembali Tumbuh
01:18
Video thumbnail
Kenang Kudatuli, Megawati Ingatkan TNI dan Polri
01:02
Video thumbnail
Megawati: Hei TNI-Polisi Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?
11:56
Video thumbnail
IQ Masyarakat Indonesia Perlu Ditingkatkan, MBG Jadi Salah Satu Solusi
09:11
Video thumbnail
Curhat ke Menteri Ara, Pembeli Rumah Mengaku Dikejar Debt Collector: "Malu Saya, Pak!"
09:47
Video thumbnail
Megawati Tegaskan Tragedi Kudatuli Tak Pernah Dilupakan
12:50
Video thumbnail
BPH Migas Pastikan Minyak Tanah Aman, Daerah Kekurangan Disuplai dari Wilayah Lain
12:12

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER