JCCNetwork.id — Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah yang disebut sebagai operasi bersih-bersih internal itu berdampak pada penutupan ratusan dapur MBG serta pemberhentian ratusan pegawai yang dinilai tidak lagi memenuhi kebutuhan organisasi.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya BGN untuk memperkuat tata kelola program sekaligus memastikan layanan Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil evaluasi internal, sebanyak 833 dapur MBG dihentikan operasionalnya. Selain itu, ratusan pegawai juga diberhentikan sebagai bagian dari proses penataan organisasi dan peningkatan efektivitas program.
Langkah ini dilakukan setelah BGN melakukan pemantauan terhadap kinerja dapur MBG di berbagai wilayah. Evaluasi mencakup aspek administrasi, pengelolaan operasional, kualitas pelayanan, hingga kepatuhan terhadap standar yang berlaku.
BGN menegaskan bahwa penutupan dapur bukan berarti menghentikan Program Makan Bergizi Gratis secara keseluruhan. Sebaliknya, kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan hanya dapur yang memenuhi standar operasional yang tetap menjalankan program.
Reorganisasi juga dilakukan terhadap sumber daya manusia. Pegawai yang terdampak disebut merupakan bagian dari proses penyesuaian berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik dan kelompok sasaran lainnya. Karena itu, BGN menilai pengawasan dan evaluasi secara berkala menjadi langkah penting agar pelaksanaan program tetap efektif, transparan, dan akuntabel.
Ke depan, BGN menyatakan akan terus melakukan pembinaan serta evaluasi terhadap seluruh mitra pelaksana. Dapur MBG yang telah memenuhi persyaratan operasional akan tetap beroperasi, sementara lokasi yang masih memiliki kekurangan akan diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui langkah penataan ini, BGN berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin tepat sasaran, memiliki kualitas layanan yang lebih baik, serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.






















