Minyak Dunia Anjlok 7,8 Persen

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Harga minyak mentah dunia mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (27/7/2026). Penurunan terjadi setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mereda menyusul penghentian sementara aksi militer kedua negara pada akhir pekan.

Meredanya ketegangan geopolitik tersebut langsung mengubah sentimen pasar energi. Investor yang sebelumnya memasukkan risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah ke dalam harga kini mulai mengurangi premi risiko tersebut.

- Advertisement -

Mengutip data Investing pada Selasa (28/7/2026), minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 turun 6,5 persen menjadi USD85,67 per barel. Penurunan lebih dalam terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak September yang merosot 7,8 persen ke posisi USD82,32 per barel.

Koreksi tajam itu terjadi setelah harga minyak mencatat kenaikan besar dalam dua pekan sebelumnya. Brent sempat menguat sekitar 20,6 persen, sementara WTI naik 19,2 persen seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah.

Ketegangan antara Washington dan Teheran sebelumnya menjadi salah satu faktor utama yang mendorong harga minyak mendekati level psikologis USD100 per barel. Pasar mengantisipasi kemungkinan terganggunya arus perdagangan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah apabila konflik meluas.

- Advertisement -

Salah satu perhatian terbesar pasar tertuju pada Selat Hormuz. Jalur perairan yang berada di antara Teluk Persia dan Teluk Oman tersebut merupakan salah satu rute strategis bagi distribusi energi dunia. Setiap ancaman terhadap keamanan pelayaran di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan biaya pengiriman sekaligus mengganggu pasokan minyak global.

Harga Brent bahkan sempat menembus USD100 per barel pada pekan sebelumnya. Lonjakan itu mencerminkan kekhawatiran investor bahwa konflik AS-Iran dapat berkembang menjadi krisis yang lebih luas dan mengganggu jalur ekspor energi.

Namun, situasi berubah setelah AS memutuskan menghentikan operasi militernya terhadap Iran. Penghentian tersebut terjadi setelah rangkaian operasi militer yang berlangsung selama 13 malam berturut-turut.

Keputusan Washington untuk tidak memperluas operasi disebut diambil setelah Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan bersama sejumlah penasihat utama dan pejabat senior pemerintah. Salah satu faktor yang turut memengaruhi keputusan tersebut adalah kekhawatiran mengenai semakin terbatasnya persediaan sistem pertahanan udara milik Pentagon.

Dari pihak Iran, seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran juga akan menghentikan serangan balasan selama operasi militer AS tetap dihentikan.

Meski demikian, kondisi tersebut belum sepenuhnya dapat disebut sebagai penyelesaian konflik. AS dan Iran masih membuka kemungkinan terjadinya kembali aksi militer apabila jalur diplomasi dan negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan.

Situasi inilah yang membuat pelaku pasar belum sepenuhnya menghapus risiko geopolitik dari perhitungan harga minyak. Investor masih memantau perkembangan pembicaraan antara kedua negara, termasuk upaya mediasi yang dilakukan Oman.

Direktur Investasi AJ Bell Russ Mould menilai penurunan harga minyak memberikan dampak positif terhadap sentimen pasar keuangan global. Meredanya permusuhan antara AS dan Iran dinilai membantu pasar saham mengawali pekan dengan optimisme yang lebih baik.

“Penurunan tajam harga minyak membantu pasar saham global memulai pekan ini dengan sentimen positif, seiring penghentian sementara permusuhan antara AS dan Iran di tengah upaya Oman memediasi pembahasan mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz,” kata Direktur Investasi AJ Bell Russ Mould.

Selain faktor geopolitik, pasar energi juga mencermati perkembangan aktivitas pelayaran di sejumlah jalur perdagangan penting. Selama akhir pekan, jumlah kapal pengangkut komoditas yang melewati Selat Hormuz tercatat mengalami penurunan.

Penurunan aktivitas tersebut menjadi perhatian karena Selat Hormuz merupakan salah satu titik penting dalam distribusi energi dari Timur Tengah ke berbagai negara konsumen. Gangguan yang berlangsung lebih lama berpotensi memengaruhi ketersediaan minyak sekaligus meningkatkan volatilitas harga di pasar internasional.

Jalur Bab el-Mandeb juga ikut menjadi sorotan. Rute tersebut menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu jalur penting bagi lalu lintas perdagangan internasional.

Aktivitas pelayaran di kawasan itu melambat setelah kelompok Houthi melakukan serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi. Perkembangan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa risiko keamanan di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya hilang meskipun aksi militer AS dan Iran untuk sementara berhenti.

Bagi pasar minyak, kondisi tersebut menciptakan situasi yang cukup kompleks. Di satu sisi, penghentian permusuhan antara AS dan Iran mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan sehingga harga terkoreksi tajam. Namun di sisi lain, berkurangnya aktivitas pelayaran di sejumlah jalur strategis menunjukkan bahwa risiko distribusi energi masih membayangi pasar.

Investor kini akan mencermati apakah jeda konflik dapat berkembang menjadi proses negosiasi yang lebih permanen atau justru hanya menjadi penghentian sementara sebelum ketegangan kembali meningkat.

Apabila proses diplomasi berhasil menjaga keamanan kawasan dan memastikan kelancaran lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz serta Bab el-Mandeb, tekanan terhadap harga minyak berpeluang berlanjut. Sebaliknya, setiap tanda-tanda kembalinya konflik atau gangguan terhadap jalur perdagangan minyak dapat kembali mendorong harga naik dengan cepat.

Dengan demikian, pergerakan harga minyak dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Pasar tidak hanya akan memperhitungkan tingkat produksi minyak, tetapi juga keamanan jalur distribusi yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Penurunan Brent dan WTI pada awal pekan ini menjadi indikasi bahwa premi risiko akibat konflik AS-Iran mulai berkurang. Namun, selama situasi di Timur Tengah belum benar-benar stabil dan aktivitas pelayaran di jalur strategis masih terganggu, pasar energi tetap berada dalam kondisi penuh kewaspadaan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BI Proyeksi Devisa RI Tembus USD147,5 Miliar

JCCNetwork.id- Bank Indonesia (BI) memperkirakan cadangan devisa Indonesia berpeluang kembali meningkat hingga mencapai USD147,5 miliar. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Agustus 2026...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Gubenur Sherly Lihat Lahan Habis Dibakar, Bukan Marah Malah Gali Alasan Petani
08:39
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18
Video thumbnail
Di Depan DPR, Eks Pimpinan KPK Beberkan Fenomena Tujuan Para Koruptor
09:50
Video thumbnail
14 Pejabat Kemenkeu Resmi Dilantik Suahasil, Mayoritas Masuk Jajaran Ditjen Pajak
23:55
Video thumbnail
Di Depan Prabowo Kiai Hasan Gontor Tegaskan Tetap Lebih Memilih Pendidikan #shorts
01:09
Video thumbnail
Prabowo Ungkap Buzzer Bayaran Antek Asing, Sosmed Dibikin Ribut, Rakyat Jangan Gampang Percaya
08:20
Video thumbnail
Bikin Suasana Pecah, Zulhas Candai Cak Imin di Depan Prabowo soal Pilpres
09:27
Video thumbnail
Di Hadapan Presiden Prabowo, KH Hasan Abdullah Sahal Memilih Bicara Apa Adanya
08:14
Video thumbnail
Cerita Mentan Amran Naik Copot Manager Disaat Maba Curhat Sulit Dapat Pupuk
08:08
Video thumbnail
Jawaban Maba Bikin Mentan Amran Kaget, Mau Sukses Ogah Berproses
08:08
Video thumbnail
NasDem Usul Ambang Batas 7 Persen #shorts
02:03
Video thumbnail
Para Pemberantas Korupsi Ternyata Korupsi
01:21
Video thumbnail
Blak blakan KDM Kenang Sosok Danny Setiawan, Ada Satu Momen yang Tak Pernah Dilupakan
08:07
Video thumbnail
Pemilik Lahan Langsung Nurut! Sherly Tjoanda Kasih Pesan soal Larangan Bakar Lahan
08:23
Video thumbnail
Gub Sherly Tjoanda Girang Lihat Bibit Kelapa Siap Tanam dan Terima Kasih ke Pak Presiden, Pak Mentan
08:18
Video thumbnail
Prabowo Pede, Tegaskan Bukan Pemimpin Omon-Omon
10:10
Video thumbnail
Prabowo Beberkan Besarnya Potensi Kelapa Sawit Indonesia
08:34

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER