Kasus Korupsi Haji Bergulir, Lima Saksi Dipanggil KPK

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan kuota haji tahun 2023-2024. Pada Rabu (17/6/2026), lembaga antirasuah itu menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima orang saksi, termasuk mantan staf khusus Menteri Agama periode kepemimpinan Yaqut Cholil Qoumas.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan seluruh saksi akan dimintai keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pendalaman perkara yang saat ini telah menjerat sejumlah tersangka.

- Advertisement -

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Salah satu saksi yang dipanggil adalah Mohammad Nuruzzaman, yang pernah menjabat sebagai staf khusus Menteri Agama saat kementerian tersebut dipimpin Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut. Selain Nuruzzaman, penyidik juga memanggil M. Agus Syafi’ yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus pada periode 2023-2024.

Tak hanya dari unsur Kementerian Agama, KPK turut meminta keterangan dari sejumlah pihak swasta yang bergerak di bidang penyelenggaraan perjalanan ibadah haji dan umrah. Mereka adalah Direktur PT Multazam Wisata Rohani Dedy Supriadi, Direktur PT Jazirah Iman Andi Alfiah, serta Direktur PT Jazirah Iman A. Alfiah Putri Iriyanto.

- Advertisement -

Hingga jadwal pemeriksaan dimulai, belum ada informasi mengenai kehadiran para saksi tersebut. KPK juga belum mengungkap secara rinci materi yang akan didalami dalam pemeriksaan kali ini. Namun, keterangan para saksi dinilai penting untuk melengkapi alat bukti dan memperjelas konstruksi perkara yang sedang ditangani.

Kasus dugaan korupsi kuota haji ini menjadi salah satu perkara besar yang menyita perhatian publik karena berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan ribuan calon jamaah Indonesia. Penyidikan yang dilakukan KPK berfokus pada dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pengaturan kuota haji yang diduga merugikan kepentingan masyarakat.

Dalam perkembangan penyidikan, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mantan staf khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz atau Gus Alex, Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham, serta Komisaris PT Raudah Eksata Utama Asrul Azis Taba yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri).

Dua tersangka dari unsur swasta, yakni Ismail Adham dan Asrul Azis Taba, telah lebih dahulu ditahan KPK pada 8 Juni 2026. Dengan penahanan tersebut, seluruh tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota haji kini telah berada dalam tahanan KPK untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

KPK menegaskan penyidikan akan terus dikembangkan guna mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam praktik korupsi terkait pengelolaan kuota haji. Lembaga antirasuah itu juga memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang selama ini menjadi layanan publik strategis. Masyarakat pun menantikan hasil penyidikan KPK untuk memastikan adanya kepastian hukum serta perbaikan sistem pengelolaan kuota haji di masa mendatang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KKP Resmikan Ocean Institute of Indonesia

JCCNetwork.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan Ocean Institute of Indonesia (OII) sebagai institusi yang mengintegrasikan 11 satuan pendidikan vokasi di bidang...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Heboh Perry Warjiyo Lepas Jabatan Gubernur Bank Indonesia #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Sherly Tak Habis Pikir! Dana BOS Nyaris Rp1 Miliar, Lampu Sekolah Dibiarkan Mati Setahun Lebih
10:48
Video thumbnail
Detik-Deti Gubernur Sherly Semprot Kepsek Gegara Toilet dan Lampu Sekolah Mati Tahunan
10:57
Video thumbnail
Rakyat Terus Jadi Korban! PDIP Tanya Kenapa Kekerasan Negara ke Rakyat Terus Terulang?
08:04
Video thumbnail
Bikin Ruangan Pecah, Cak Imin Seloroh ke PKS: Kursinya Jangan Lebih Banyak dari PKB
09:42
Video thumbnail
Tegas! Maruarar Sirait Tegur Anak Buah Soal Data Rumah Mangkrak: Jangan Bicara Tanpa Dasar!
10:32
Video thumbnail
DPR Semprot Penyidik Lampung, KUHAP Baru Wajib Dipatuhi atau Terancam Sanksi
08:12
Video thumbnail
MUI Dorong Sikap Konggres Jelas Tolak Praktik LGBT di Indonesia
08:16
Video thumbnail
Sindiran Presiden Londo Ireng Pakek Baju Lain
08:01
Video thumbnail
PDIP Menolak Lupa Sejarah Kelam Peristiwa Kudatuli
08:04
Video thumbnail
Hasto Kenang 2 Kali Serangan Komando Letkol Zul Effendi & Tawaran Yang Ditolak Megawati!
08:06
Video thumbnail
Di Depan Cak Imin, Pramono Anung Blak-blakan: Politisi Pindah-Pindah Partai Nggak Pernah Jadi Besar
08:02
Video thumbnail
BPKN Sebut Komunikasi Pengembang LRT City Sulit, Menteri Ara Langsung Turun Tangan Buru Solusi
08:48
Video thumbnail
Keponakan Presiden Prabowo Sebut Dunia Iri dengan Budaya RI
08:42
Video thumbnail
Tak Pakai Lama! Purbaya Gerak Cepat Bongkar Aturan Berbelit
08:35
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan! Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Para Dewa
08:57
Video thumbnail
Bukan Kaleng-Kaleng! Inovasi Pertanian Bikin Heboh, Traktor Amfibi hingga Alat Panjat Kelapa
08:23
Video thumbnail
Luar Biasa Mentan Amran Borong Lahan Jagung Rp10 Miliar, 3.000 H Siap Dibagikan Gratis ke Petani
08:04
Video thumbnail
MUI Dorong Kongres Ambil Sikap Jelas, Minta Rekomendasi Tegas Tolak Praktik LGBT di Indonesia
08:16
Video thumbnail
Bahlil Yakin Era Mobil Hidrogen Segera Tiba, Mobil Listrik Terancam?
11:06

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER