JCCNetwork.id- Pemerintah mempercepat upaya mewujudkan swasembada bawang putih sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Kementerian Pertanian menargetkan kebutuhan bawang putih dalam negeri dapat dipenuhi dari produksi nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengatakan pemerintah saat ini masih menghadapi tingginya ketergantungan terhadap pasokan bawang putih dari luar negeri. Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Pertanian, lebih dari 90 persen kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi melalui impor.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar komoditas pangan strategis tersebut dapat diproduksi secara mandiri di dalam negeri. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi pasar global.
“Sekarang ini lebih dari 90% bawang putih kita adalah impor. Keinginan dari Presiden adalah bagaimana barang pokok penting ini kemudian bisa swasembada,” ujar Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (17/6).
Sudaryono menjelaskan bahwa program swasembada bawang putih memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan dengan komoditas pangan lain seperti beras. Dari sisi kebutuhan lahan, pemerintah memperkirakan diperlukan sekitar 100 ribu hektare area tanam yang tersebar di sejumlah wilayah potensial.
Kementerian Pertanian telah memetakan beberapa daerah yang dinilai cocok untuk pengembangan bawang putih karena memiliki karakteristik dataran tinggi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut. Tiga kawasan yang menjadi fokus pengembangan saat ini adalah wilayah Sembalun, Temanggung, dan Humbang Hasundutan.
Selain persoalan lahan, pemerintah juga menyoroti kebutuhan bibit dalam jumlah besar sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan program tersebut. Penyediaan bibit unggul yang memadai dinilai menjadi pekerjaan utama yang harus diselesaikan sebelum target swasembada dapat tercapai secara optimal.
Karena itu, pemerintah memperkirakan proses menuju swasembada bawang putih membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat tahun. Dalam periode tersebut, berbagai program pengembangan budidaya, penyediaan benih, hingga pendampingan petani akan terus diperkuat.
“Kita butuh setidaknya 3-4 tahun untuk mencapai swasembada ini karena tantangannya adalah bagaimana menyediakan bibit yang cukup di lokasi-lokasi tersebut,” jelasnya.
Untuk mendukung percepatan program, Kementerian Pertanian menggandeng sejumlah pemangku kepentingan. Keterlibatan asosiasi petani, badan usaha milik negara sektor pangan, hingga perusahaan perkebunan negara diharapkan dapat mempercepat pengembangan sentra produksi baru.
Perusahaan pangan negara seperti ID FOOD dan Perum Bulog direncanakan berperan sebagai penyerap hasil produksi maupun pembibitan. Sementara itu, PT Perkebunan Nusantara akan mendukung penyediaan lahan yang berada di kawasan dataran tinggi.
Pemerintah juga tengah mengkaji pemanfaatan sejumlah lahan perkebunan yang tidak lagi produktif untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah konversi lahan bekas kebun teh di wilayah Bandung, Jawa Barat, menjadi kawasan budidaya bawang putih.
Langkah itu dilakukan setelah adanya koordinasi antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mengoptimalkan aset lahan yang tersedia. Dengan dukungan lahan yang cukup, pemerintah optimistis target perluasan area tanam dapat direalisasikan secara bertahap.
Sejalan dengan peningkatan produksi dalam negeri, pemerintah juga berencana mengurangi kuota impor bawang putih secara bertahap. Kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan produktivitas petani dan kemampuan pasokan nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terjamin.
“Kami sudah identifikasi, mencari 100.000 hektare lahan seharusnya bukan hal sulit karena tempatnya tersedia. Sembari berjalan, kuota impor akan terus kita kurangi seiring dengan peningkatan produktivitas dalam negeri,” pungkas Sudaryono.
Melalui strategi perluasan lahan, penguatan pembibitan, serta dukungan berbagai lembaga terkait, pemerintah berharap ketergantungan terhadap impor bawang putih dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.



