Polisi Selidiki Kematian Dokter Muda

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Seorang dokter muda yang sedang menjalani pendidikan profesi di Kabupaten Lampung Timur ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar penginapan di Kota Metro, Lampung.

Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban.

- Advertisement -

Korban diketahui bernama Zulfikar (25), dokter koas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang tengah bertugas di RSUD Sukadana.

Jenazahnya ditemukan di kamar nomor 126 lantai dua sebuah penginapan di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Penemuan jenazah bermula ketika pengelola penginapan merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas maupun keluar dari kamar selama beberapa hari.

- Advertisement -

Setelah beberapa kali mencoba menghubungi namun tidak mendapat respons, pihak pengelola memutuskan membuka pintu kamar.

Karyawan penginapan, Hendri (48), mengatakan korban awalnya tidak ditemukan di area tempat tidur.

Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar mandi.

“Beberapa hari ini korban tidak pernah kelihatan keluar kamar. Karena curiga, akhirnya kami membuka pintu kamar dan mendapati korban sudah meninggal dunia. Setelah itu kami langsung melapor ke pihak kepolisian,” kata Hendri, Rabu (22/7/2026) malam.

Mendapat laporan tersebut, personel Satreskrim Polres Metro bersama tim Identifikasi Forensik (Inafis) mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Selain melakukan pemeriksaan di lokasi, penyidik juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di area penginapan guna mengetahui aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Kami ketok-ketok tidak ada respons, setelah pintu kami buka dicari tempat tidur enggak ada. Pas dicari di kamar mandi, korban ditemukan sudah tergeletak tidak bernyawa,” tambahnya.

Usai proses olah TKP, jenazah dievakuasi ke RSUD Ahmad Yani Metro untuk menjalani pemeriksaan forensik, termasuk autopsi.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar penyidik dalam memastikan penyebab kematian korban.

Hingga Rabu (22/7/2026) malam, kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti.

Aparat menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan belum dapat memastikan penyebab kematian maupun ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dugaan Korupsi Dana COVID-19 Rp83 Miliar di Buru, Kejagung dan KPK Didesak Periksa AT Eks Sekretaris Tim Gugus

JCCNetwork.id - Dugaan penyimpangan anggaran penanganan pandemi COVID-19 di Kabupaten Buru, Maluku, kembali menjadi sorotan publik. Perkara yang disebut berkaitan dengan penggunaan anggaran penanganan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER