JCCNetwork.id-Maskapai KLM Royal Dutch Airlines mengumumkan pembatalan 160 penerbangan di rute Eropa yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026.
Keputusan tersebut diambil menyusul lonjakan biaya bahan bakar pesawat (avtur) yang dinilai memengaruhi kelayakan operasional.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Kamis (16/4/2026), KLM menyatakan telah melakukan penyesuaian jadwal penerbangan untuk periode mendatang.
“sejumlah penyesuaian” pada jadwal penerbangannya untuk bulan mendatang. “Ini menyangkut sejumlah kecil penerbangan di Eropa yang, karena kenaikan biaya avtur, saat ini tidak lagi layak secara finansial untuk dioperasikan,” kata perusahaan.
Penyesuaian itu mencakup pengurangan sejumlah layanan yang dinilai tidak lagi ekonomis akibat meningkatnya biaya operasional.
Maskapai milik pemerintah Belanda tersebut menegaskan bahwa pembatalan tidak disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar.
Total penerbangan yang terdampak setara dengan 80 perjalanan pulang-pergi dari dan menuju Bandara Schiphol, Amsterdam, atau kurang dari satu persen dari keseluruhan operasi KLM di Eropa selama periode tersebut.
KLM juga memperkirakan lonjakan permintaan perjalanan selama musim liburan di Eropa pada Mei 2026.
Perusahaan menyatakan tengah mengupayakan langkah-langkah agar penumpang tetap dapat mencapai tujuan sesuai rencana.
Kenaikan biaya operasional maskapai penerbangan global disebut berkaitan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Iran.
Kondisi ini mendorong sejumlah maskapai, termasuk KLM, melakukan pembatalan penerbangan serta penyesuaian jadwal operasional.



