JCCNetwork.id-Kementerian Perhubungan mengungkap kronologi jatuhnya helikopter tipe Airbus Helicopter EC130 T2 dengan registrasi PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Sebelum dinyatakan hilang kontak, helikopter tersebut sempat mengirimkan sinyal darurat dari area hutan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F.
Laisa, menjelaskan helikopter yang dioperasikan PT Matthew Air Nusantara itu lepas landas dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1) di Kabupaten Sanggau pada Kamis (16/4/2026) pukul 07.37 WIB.
“Pada pukul 08.39 WIB, pesawat terdeteksi mengirimkan sinyal darurat di wilayah hutan Kalimantan Barat,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
Setelah itu, helikopter dinyatakan hilang kontak pada pukul 09.15 WIB. Menindaklanjuti kondisi tersebut, AirNav Indonesia menerbitkan notifikasi darurat (Detresfa) pada pukul 10.43 WIB sesuai dengan prosedur penerbangan.
Helikopter tersebut diawaki oleh satu pilot, Capt. Marindra Wibowo, serta membawa satu engineer, Harun Arasyid, dan enam penumpang.
Tim SAR gabungan kemudian berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter. Berdasarkan laporan di lapangan, seluruh awak dan penumpang dinyatakan meninggal dunia.
Enam penumpang yang berada di dalam helikopter tersebut masing-masing adalah Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.
Saat ini, Kementerian Perhubungan bersama AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur TNI AU untuk proses evakuasi korban serta penanganan di lokasi kejadian.
Sementara itu, investigasi terkait penyebab kecelakaan masih berlangsung. Otoritas penerbangan akan mendalami berbagai kemungkinan, termasuk faktor cuaca dan aspek teknis, guna memastikan penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut.



