Pemerintah Siapkan Perpres Hapus Tunggakan Iuran JKN

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan strategis untuk meringankan beban peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas 3. Kebijakan tersebut berupa penghapusan piutang dan denda iuran jaminan kesehatan yang akan diatur melalui peraturan presiden (perpres).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, saat ini pemerintah masih dalam tahap penyusunan rancangan perpres dimaksud. Aturan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan tunggakan iuran yang selama ini dialami peserta PBPU dan BP kelas 3.

- Advertisement -

“Saat ini, pemerintah juga tengah dalam proses penyusunan rancangan peraturan presiden tentang penghapusan piutang iuran dan denda iuran jaminan kesehatan bagi peserta PBPU dan BP kelas 3,” kata Purbaya dalam Rapat Bersama Pimpinan DPR RI di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurut Purbaya, kebijakan penghapusan tunggakan tersebut tidak hanya bertujuan meringankan beban finansial peserta, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kepesertaan aktif dalam program JKN. Selain itu, langkah ini dinilai penting guna menjaga keberlanjutan sistem jaminan kesehatan nasional yang bergantung pada keseimbangan antara kepesertaan dan pembiayaan.

Pemerintah, kata dia, selama ini telah menopang pembiayaan JKN melalui pembayaran iuran peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang dialokasikan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Kesehatan. Dukungan fiskal tersebut menjadi salah satu instrumen utama dalam menjaga akses layanan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

- Advertisement -

Sejak 2021, besaran iuran JKN bagi peserta PBPU dan BP dengan manfaat pelayanan ruang perawatan kelas 3 telah disamakan dengan iuran peserta PBI, yakni sebesar Rp42.000 per orang per bulan. Dari jumlah tersebut, Rp35.000 dibayarkan oleh peserta PBPU dan BP atau pihak lain yang mewakili peserta. Sementara itu, pemerintah memberikan bantuan iuran sebesar Rp7.000 per orang per bulan.

Bantuan iuran tersebut terdiri atas kontribusi pemerintah pusat sebesar Rp4.200 dan pemerintah daerah sebesar Rp2.800 per peserta. Skema ini dirancang untuk menjaga keterjangkauan iuran sekaligus memastikan keberlanjutan pendanaan program JKN.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga menyinggung besarnya komitmen negara terhadap sektor kesehatan. Pada APBN 2026, alokasi anggaran kesehatan tercatat mencapai Rp247,3 triliun atau meningkat 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun demikian, besarnya anggaran tersebut sempat diwarnai polemik penonaktifan kepesertaan PBI JKN yang dialami sekitar 11 juta orang pada Februari 2026. Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat karena berdampak langsung pada akses layanan kesehatan.

Purbaya menilai, gejolak tersebut dipicu oleh perubahan data kepesertaan yang dilakukan secara drastis tanpa disertai sosialisasi yang memadai kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam proses pemutakhiran data PBI JKN agar tidak menimbulkan dampak sosial yang luas.

Ia juga mengusulkan adanya masa transisi selama dua hingga tiga bulan sebelum kebijakan penonaktifan kepesertaan diberlakukan. Menurutnya, masa transisi tersebut diperlukan agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dan tidak kehilangan akses terhadap layanan kesehatan secara mendadak.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola program JKN sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap sistem jaminan kesehatan nasional.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rudy Susmanto Ajak Suporter Jaga Persaudaraan

JCCNetwork.id- Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengimbau para pendukung Persib Bandung dan Garudayaksa FC untuk mengedepankan persaudaraan, sportivitas, serta menjaga keamanan dan ketertiban saat kedua...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Semua Dapat Gaji Rp20 Juta Perbulan Kalau Korupsi Pertambangan Disikat Habis #shorts #titipanrakyat
01:36
Video thumbnail
BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik, Ketergantungan Impor LPG Bisa Ditekan #shorts #trending
01:57
Video thumbnail
Gebrakan BRIN, Ubah Limbah Sawit Jadi Listrik, Berpotensi Hemat Impor LPG
09:52
Video thumbnail
Sabu 1,2 Ton di Aceh Terungkap, Polri Bidik Pemodal dan Dalang Jaringan Narkoba #shorts #trending
01:49
Video thumbnail
Bukan Cuma Pengedar, Polri Buru Pemodal dan Pengendali Lab Sabu 1,2 Ton di Aceh
10:31
Video thumbnail
Uang Dikeluarkan, Tapi Adakah Makanan MBG Yang Terbuang? #shorts #trending #titipanrakyat
00:49
Video thumbnail
Peternak Muda Grogi di Hadapan Mentan Amran, Staf Pertanian Cantik Dipanggil #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Momen Kocak, Peternak Muda Grogi di Depan Mentan Amran, Staf Cantik Ikut Dipanggil
12:05
Video thumbnail
Titipan Rakyat ke Presiden Prabowo, 155 Juta Semi Pengangguran #shorts #trending
01:21
Video thumbnail
Mahfud MD Ungkap Pengalaman Orang Daerah soal Program MBG
08:25
Video thumbnail
Turun Langsung Temui Nelayan Cilacap, Gibran Dengarkan Masalah di Lapangan #shorts #trending
01:40
Video thumbnail
Momen Gibran Serap Aspirasi Nelayan Cilacap, Pastikan Keluhan Segera Ditangani
03:43
Video thumbnail
Hakim MK Saldi Isra Bongkar Kejanggalan Norma yang Dibatalkan Muncul Lagi
08:33
Video thumbnail
Pakar Bongkar Risiko UU Perampasan Aset Jadi Senjata Serang Lawan Bisnis
09:23
Video thumbnail
Momen Mentan Amran Beri Kebebasan Petani Sampaikan Keluhan Langsung ke Dirjen Lewat Telepon #shorts
02:01
Video thumbnail
Tak Ada Sekat, Mentan Amran Persilakan Petani Telepon Langsung Dirjen Sampaikan Permintaan
08:33
Video thumbnail
Akses ke DPR Seperti Masuk Penjara #shorts #trending
00:54
Video thumbnail
Dulu Disepelehkan Kini Singkong Dikembangkan BRIN untuk Padamkan Api #shorts #trending
00:52
Video thumbnail
Tak Berdaya karena Koalisi Kuat, DPR Hanya Dekorasi di Parlemen
00:56
Video thumbnail
Tak Disangka Singkong yang Sering Diremehkan Kini Diteliti BRIN untuk Memadamkan Kebakaran
08:29

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER