Amien Rais Ajak Rakyat People Power: Politik Atau Adu Domba?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais menjadi sorotan publik setelah mengajak masyarakat untuk menggelorakan gerakan People Power.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara dialog nasional yang diadakan oleh Ormas Megabintang beberapa waktu lalu.

- Advertisement -

Dalam dialog tersebut, Amien Rais menyerukan kepada masyarakat untuk memulai gerakan People Power. Namun, seruan tersebut tidak luput dari kritik keras. Salah satunya datang dari seorang praktisi hukum Populis Justice Law Firm Mohammad Daud Loilatu.

“Sebagai tokoh besar, sangat disayangkan bahwa Amien Rais menyerukan People Power tanpa memberikan jaminan bahwa gerakan tersebut tidak akan mengarah ke anarkisme atau upaya penggulingan pemerintahan yang sah,” ujar Daud kepada awak media, Rabu (14/6/2023).

Isu-isu seperti ini, lanjut Daud, justru meningkatkan kegelisahan masyarakat terhadap praktik politik yang carut marut. Kemudian menciptakan ketidakpastian dan ketidakharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, apalagi menjelang Pemilu 2024 ini.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Daud menegaskan bahwa generasi milenial berharap mendapatkan politik yang santun dan damai, bukan politik yang mengadu-domba dan memecah-belah.

Jadi, peranan tokoh-tokoh besar seperti Amien Rais diharapkan lebih bijak dalam menyuarakan pendapat dan menyediakan alternatif politik yang lebih konstruktif.

“Dalam kondisi demokrasi, setiap individu memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam kehidupan politik. Namun, dilakukan dengan tanggung jawab dan sadar bukan dengan gaya jurus seruduk sana sini,” tutup Daud.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

PIHPS Catat Kenaikan Harga Pangan, Cabai Rawit Merah Jadi Komoditas Termahal

JCCNetwork.id- Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran nasional masih menunjukkan tren tinggi. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS)...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER