Kekeringan Melanda, BPBD Jepara Distribusikan Air Bersih

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sedikitnya 870 kepala keluarga (KK) di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air di wilayah tersebut.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mulai menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi terdampak. Distribusi perdana dilakukan pada Jumat (5/6/2026) dengan mengerahkan dua unit truk tangki yang membawa total 10 ribu liter air bersih.

- Advertisement -

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara, Bagus Ari Wibowo, mengatakan bantuan tersebut diberikan setelah pemerintah desa setempat mengajukan permohonan resmi terkait kondisi kekurangan air yang dialami warga.

Menurutnya, BPBD segera melakukan verifikasi dan peninjauan lapangan setelah menerima laporan dari pemerintah desa. Hasil asesmen menunjukkan kebutuhan air bersih warga cukup mendesak sehingga bantuan harus segera disalurkan.

“Setelah ada surat permohonan dari desa, kami langsung melakukan asesmen dan mengirimkan bantuan air bersih. Hari jumat kami dropping dua tangki dengan total 10 ribu liter,” kata Bagus, Selasa, 9 Juni 2026.

- Advertisement -

Ia menjelaskan sebagian besar warga yang terdampak merupakan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara. Namun, akibat kondisi kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah, pasokan air yang diterima masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan harian secara optimal.

BPBD Jepara memastikan distribusi bantuan air bersih akan terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung dan kebutuhan masyarakat belum terpenuhi. Saat ini, pihaknya telah menyiapkan skema pengiriman rutin guna mengantisipasi bertambahnya kebutuhan warga.

“Rencananya seminggu dua kali kami kirim. Nanti kami lihat perkembangan di lapangan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait kebutuhan air bersih warga,” ujar

Data BPBD Jepara mencatat wilayah terdampak tersebar di RW 2 dan RW 3 Desa Kedungmalang. Di RW 2, jumlah warga yang mengalami kesulitan air bersih mencapai 384 KK, terdiri atas 137 KK di RT 1, sebanyak 99 KK di RT 2, 80 KK di RT 3, dan 68 KK di RT 4.

Sementara itu, distribusi bantuan untuk kawasan RW 3 turut melibatkan PDAM Jepara. Di wilayah tersebut terdapat 486 KK yang terdampak, meliputi 55 KK di RT 1, 40 KK di RT 2, 94 KK di RT 3, 65 KK di RT 4, 83 KK di RT 5, 60 KK di RT 6, serta 89 KK di RT 7.

Pemerintah daerah terus mengawasi perkembangan kondisi cuaca dan potensi meluasnya dampak kekeringan di sejumlah wilayah lain. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak serta melaporkan kepada pemerintah desa apabila terjadi gangguan pasokan air bersih yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kekeringan yang mulai terjadi di beberapa daerah di Jepara menjadi perhatian pemerintah setempat mengingat kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tetap terpenuhi bagi masyarakat, terutama selama musim kemarau berlangsung.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rumah Sehat dan Dapur Umum Baznas Layani Pengungsi

JCCNetwork.id- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran besar di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Sejumlah personel...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER