Iran Siap Hadapi Invasi Darat AS

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan invasi darat dari Washington.

Pernyataan itu disampaikan menyusul rangkaian serangan militer Amerika terhadap sejumlah target di wilayah Iran.

- Advertisement -

“Orang-orang kami menghitung mundur menit demi menit untuk menyambut pasukan Amerika jika terjadi serangan darat,” ujarnya kemarin.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan pemerintah dan masyarakat Iran siap menghadapi segala bentuk operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat.

Menurutnya, Iran tidak gentar apabila Washington memutuskan melancarkan serangan darat.

- Advertisement -

Baghaei juga menyinggung kesepakatan sementara yang dimediasi Pakistan dan ditandatangani kedua negara pada Juni lalu.

Ia menilai isi kesepakatan tersebut telah jelas sehingga tidak ada alasan bagi Amerika Serikat untuk mengabaikan komitmen yang telah disepakati.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyatakan telah melancarkan gelombang serangan terbaru yang menyasar pusat komando militer Iran, sistem pertahanan udara, fasilitas pengawasan pesisir, kemampuan maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta jaringan komunikasi.

Washington menyebut operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan serangan itu dilakukan sebagai respons atas tewasnya personel militer AS dalam insiden yang terjadi di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

” itu dilakukan untuk menghormati tiga anggota militer Amerika yang tewas dalam beberapa hari terakhir.
“Kami menyerang mereka dengan sangat keras lagi malam ini, dan kami melakukannya untuk menghormati, mungkin tiga, mungkin tiga patriot hebat,” katanya kepada wartawan.

Ia juga mengklaim operasi militer tersebut telah memberikan kerugian besar terhadap kemampuan pertahanan Iran.

“Mereka memiliki beberapa rudal, beberapa drone, beberapa kemampuan manufaktur, tidak banyak.”

Sementara itu, Centcom melaporkan seorang tentara Amerika tewas di Irak utara akibat ledakan amunisi dari drone yang jatuh.

Sebelumnya, dua personel militer AS juga dilaporkan tewas dalam serangan terhadap pangkalan Amerika di Yordania.

Di Iran, media pemerintah melaporkan ledakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Bandar Mahshahr, Bandar Imam Khomeini, Chabahar, Tabriz, hingga Bushehr.

Serangan di Bushehr dilaporkan menyasar beberapa lokasi di kota yang menjadi tempat berdirinya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil.

Otoritas setempat menyatakan dampak serangan masih dalam proses penyelidikan, sementara laporan awal menyebut sedikitnya satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka di wilayah Tabriz.

“Beberapa menit yang lalu, beberapa lokasi di kota Bushehr dihantam oleh proyektil musuh Amerika,” kata Gubernur Bushehr Mohammad Mozaffari, menambahkan bahwa cakupan dan luasnya serangan sedang diselidiki.

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Puluhan Mahasiswa UNJ Gelar Aksi di Jakarta Pusat, Polisi Siagakan Pengamanan

JCCNetwork.id- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER