JCCNetwork.id- Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah titik strategis Jakarta Pusat, Jumat (30/1/2026). Aksi ini menjadi bentuk penyampaian sikap buruh terhadap isu ketenagakerjaan sekaligus persoalan geopolitik internasional.
Sejak pagi, massa buruh mulai memadati kawasan Patung Kuda, Gambir, yang menjadi titik awal konsolidasi. Setelah itu, aksi dijadwalkan bergeser menuju depan Kantor Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Menara Thamrin, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, membenarkan adanya kegiatan unjuk rasa tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian telah menerima surat pemberitahuan resmi dari penyelenggara aksi dan melakukan persiapan pengamanan sejak jauh hari.
“Pagi ini terdapat kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dari KSPI bersama sejumlah elemen massa lainnya. Titik awal kegiatan berada di kawasan Patung Kuda,” ujar Erlyn dikutip.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 938 personel gabungan. Ratusan personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, serta instansi pendukung lainnya yang disebar di sekitar lokasi aksi.
Erlyn menegaskan, pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Aparat disiagakan baik secara terbuka maupun tertutup guna memastikan jalannya aksi berlangsung tertib dan kondusif.
Selain pengamanan, kepolisian juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Penyesuaian arus kendaraan akan diberlakukan apabila terjadi peningkatan volume massa di titik-titik unjuk rasa.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Patung Kuda dan Jalan MH Thamrin serta menggunakan jalur alternatif guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas,” jelasnya.
Dalam aksi tersebut, buruh membawa tiga tuntutan utama. Pertama, mereka menyatakan dukungan terhadap penguatan peran lembaga-lembaga di bawah naungan PBB dalam menjaga perdamaian dunia.
Kedua, KSPI secara tegas menolak keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP).
Ketiga, massa buruh menyuarakan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk campur tangan Israel dalam wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi unjuk rasa terpantau aman dan terkendali, dengan aparat keamanan tetap bersiaga mengawal jalannya aksi.



