JCCNetwork.id-Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut sebesar 4,96 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada triwulan II 2026.
Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan investasi serta pertumbuhan signifikan pada sektor pengadaan listrik dan gas.
Kepala BPS Kalimantan Utara, Mustaqim, mengatakan sektor pengadaan listrik dan gas menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 190,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi dengan kenaikan 20,18 persen secara tahunan.
“Dari sisi pengeluaran, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 20,18 persen,” kata Mustaqim di Tanjung Selor, Kamis.
Menurut Mustaqim, tingginya pertumbuhan sektor kelistrikan mencerminkan semakin meningkatnya pembangunan infrastruktur energi di Kalimantan Utara.
Kondisi tersebut dinilai turut mendukung aktivitas dunia usaha sekaligus memperkuat realisasi berbagai proyek investasi di daerah.
Ia menambahkan, meningkatnya investasi menunjukkan aktivitas ekonomi di Kalimantan Utara masih berlangsung positif.
Penambahan modal pada berbagai sektor memberikan dorongan terhadap kegiatan produksi, pembangunan infrastruktur, serta terbukanya aktivitas ekonomi baru.
Secara triwulanan atau quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Kalimantan Utara juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,53 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Peningkatan tersebut kembali didorong oleh sektor pengadaan listrik dan gas yang tumbuh 182,66 persen, sementara investasi meningkat 27,19 persen.
BPS juga mencatat, secara kumulatif selama semester I 2026, ekonomi Kalimantan Utara tumbuh 5,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
Sementara itu, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Utara pada triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp42,47 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp19,79 triliun.
“Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah berbagai dinamika ekonomi,” ujarnya.



