JCCNetwork.id- Pergerakan harga pangan nasional pada Kamis (6/8/2026) menunjukkan tren yang bervariasi. Sejumlah komoditas kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga, terutama kelompok beras, cabai, bawang merah, daging ayam, dan minyak goreng. Di sisi lain, beberapa bahan pangan strategis seperti bawang putih, daging sapi, telur ayam ras, hingga cabai rawit hijau justru mencatat penurunan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, lonjakan harga masih terjadi pada sejumlah komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, sehingga berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga apabila tren tersebut terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Komoditas bawang merah menjadi salah satu yang mengalami kenaikan dengan persentase 3,35 persen. Harga rata-ratanya kini berada di level Rp41.650 per kilogram dari posisi sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada hampir seluruh kategori beras. Beras kualitas bawah I melonjak 8,14 persen menjadi Rp15.950 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II naik 6,16 persen menjadi Rp15.500 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas medium I tercatat meningkat 3,35 persen menjadi Rp16.950 per kilogram. Beras kualitas medium II ikut mengalami kenaikan sebesar 1,85 persen menjadi Rp16.500 per kilogram.
Untuk kategori premium, beras kualitas super I naik 1,7 persen menjadi Rp17.950 per kilogram. Adapun beras kualitas super II mengalami kenaikan tipis sebesar 0,29 persen sehingga diperdagangkan di kisaran Rp20.000 per kilogram.
Tekanan harga juga terlihat pada kelompok cabai. Cabai merah besar meningkat 3,13 persen menjadi Rp51.000 per kilogram. Kenaikan lebih tinggi terjadi pada cabai merah keriting yang naik 6,82 persen menjadi Rp51.700 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling signifikan di kelompok cabai, yakni mencapai 7,57 persen sehingga harganya menyentuh Rp59.700 per kilogram.
Selain bahan pangan hortikultura, komoditas protein dan kebutuhan rumah tangga juga mengalami penyesuaian harga. Daging ayam ras naik 3,01 persen menjadi Rp19.400 per kilogram.
Di sektor minyak goreng, harga minyak goreng curah meningkat tipis sebesar 0,24 persen menjadi Rp20.500 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I naik lebih tinggi, yakni 3,09 persen menjadi Rp25.050 per liter.
Meski demikian, tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan. PIHPS mencatat bawang putih justru turun 2,27 persen menjadi Rp40.850 per kilogram.
Penurunan paling tajam terjadi pada cabai rawit hijau yang terkoreksi hingga 19,16 persen sehingga harganya berada di level Rp42.200 per kilogram.
Komoditas daging sapi juga menunjukkan tren penurunan. Daging sapi kualitas I turun 1,62 persen menjadi Rp148.600 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II melemah 0,6 persen menjadi Rp141.100 per kilogram.
Di sisi lain, minyak goreng kemasan bermerek II turun 1,07 persen menjadi Rp23.150 per liter. Harga telur ayam ras segar juga mengalami koreksi sebesar 2,19 persen menjadi Rp29.000 per kilogram.
Perubahan harga berbagai komoditas tersebut menunjukkan bahwa dinamika pasokan dan permintaan masih memengaruhi kondisi pasar pangan nasional. Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok sebagai acuan dalam mengatur pengeluaran rumah tangga, sementara pemerintah diharapkan terus menjaga stabilitas pasokan agar gejolak harga tidak semakin meluas.



