Pertamax Rp15.950, Ini Daftar Harga BBM 11 Agustus

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual PT Pertamina Patra Niaga masih menggunakan struktur harga terbaru yang mulai berlaku sejak 1 Agustus 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan terhadap sejumlah produk BBM nonsubsidi di tengah dinamika harga minyak mentah dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah.

Untuk wilayah yang menerapkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta, harga Pertamax kini berada di level Rp15.950 per liter. Harga tersebut merupakan hasil penyesuaian turun yang diberlakukan Pertamina Patra Niaga pada awal Agustus.

- Advertisement -

Selain Pertamax, dua produk BBM nonsubsidi lainnya juga mengalami penurunan harga, yakni Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo. Sementara dua produk diesel nonsubsidi, Dexlite dan Pertamina Dex, tetap berada pada harga sebelumnya.

Penyesuaian harga tersebut membuat daftar harga BBM Pertamina pada Selasa (11/8/2026) terbagi dalam sejumlah kategori, mulai dari BBM bersubsidi hingga produk nonsubsidi.

Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi dijual Rp6.800 per liter. Kedua harga tersebut tidak mengalami perubahan dalam penyesuaian yang berlaku sejak awal Agustus.

- Advertisement -

Sementara itu, harga produk BBM nonsubsidi berada di atas level BBM penugasan dan subsidi. Pertamax ditetapkan Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 sebesar Rp16.600 per liter, dan Pertamax Turbo mencapai Rp18.300 per liter.

Untuk jenis BBM diesel nonsubsidi, Dexlite dibanderol Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di level Rp21.150 per liter.

Harga BBM Pertamina 11 Agustus 2026
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku di wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta:

Pertamina Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp15.950 per liter
Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter
Pertamax Turbo: Rp18.300 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter

Pertamina Patra Niaga menyatakan penetapan harga BBM nonsubsidi dilakukan dengan memperhatikan sejumlah indikator ekonomi. Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan ialah perkembangan harga rata-rata minyak dunia yang dapat memengaruhi biaya pengadaan dan distribusi bahan bakar.

Selain harga minyak mentah, pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi komponen yang diperhitungkan dalam evaluasi harga BBM nonsubsidi. Perubahan kurs dapat memberikan pengaruh terhadap biaya produk BBM yang berkaitan dengan komponen harga internasional.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan evaluasi harga dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan arahan pemerintah.

Menurutnya, keputusan mengenai harga BBM nonsubsidi tidak hanya mempertimbangkan kondisi pasar global, tetapi juga harus memperhatikan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi.

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat,” katanya.

“Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat,” sambung Kitty.

Pertamina juga memastikan aspek ketersediaan pasokan menjadi perhatian dalam setiap kebijakan penyesuaian harga. Perusahaan berupaya menjaga agar kebutuhan BBM masyarakat tetap dapat dipenuhi di tengah perubahan kondisi pasar energi global.

Dengan harga terbaru tersebut, masyarakat masih dapat memperoleh BBM bersubsidi dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan produk nonsubsidi. Namun, jenis BBM nonsubsidi tetap memiliki pilihan berdasarkan spesifikasi kendaraan dan kebutuhan konsumen.

Harga yang tercantum untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen dapat berbeda dengan daerah lain apabila terdapat perbedaan besaran pajak bahan bakar maupun ketentuan pemerintah daerah. Karena itu, konsumen perlu memperhatikan harga yang berlaku di wilayah masing-masing sebelum melakukan pengisian BBM.

Penyesuaian harga sejak 1 Agustus 2026 sekaligus menjadi bagian dari evaluasi berkala Pertamina Patra Niaga terhadap harga BBM nonsubsidi. Perusahaan melakukan peninjauan dengan mempertimbangkan kondisi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah, sementara harga BBM subsidi tetap mengikuti kebijakan pemerintah.

Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan setiap hari, perubahan harga BBM menjadi salah satu komponen yang dapat memengaruhi biaya transportasi. Karena itu, perkembangan harga BBM Pertamina tetap menjadi perhatian, terutama ketika terjadi perubahan harga energi global dan kondisi nilai tukar rupiah.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Chelsea Hancurkan AC Milan 3-0 di Jakarta

JCCNetwork.id – Chelsea tampil dominan saat menghadapi AC Milan dalam laga Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER