JCCNetwork. id-Pemerintah Rusia berencana memanfaatkan kembali teknologi material canggih yang sebelumnya dikembangkan untuk sistem persenjataan strategis, guna mendukung sektor sipil.
Material dan paduan berkekuatan tinggi yang digunakan pada rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik serta kendaraan bawah air tanpa awak Poseidon akan dialihkan pemanfaatannya ke industri energi dan program antariksa.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri Rusia Denis Manturov.
Ia menegaskan, hasil pengembangan teknologi militer mutakhir tidak akan berhenti pada kebutuhan pertahanan semata, melainkan juga diarahkan untuk menopang sektor industri nasional.
Menurut Manturov, paduan khusus yang dikembangkan untuk sistem persenjataan strategis dinilai memiliki ketahanan ekstrem dan performa tinggi, sehingga berpotensi digunakan dalam pembuatan peralatan industri minyak dan gas, serta berbagai proyek luar angkasa.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa rudal Burevestnik telah menyelesaikan tahap uji coba. Putin menyebut rudal tersebut sebagai sistem persenjataan unik yang belum dimiliki negara lain.
Kepala Staf Umum Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, menyatakan bahwa dalam uji terbang pada Oktober lalu, Burevestnik mampu menempuh jarak hingga 14.000 kilometer.
Selain itu, Rusia juga mengklaim telah berhasil menguji kendaraan bawah air otonom Poseidon. Sistem tanpa awak tersebut dirancang untuk membawa muatan senjata konvensional maupun nuklir, dengan kemampuan menyerang beragam target strategis, mulai dari armada kapal induk hingga instalasi pertahanan di wilayah pesisir.
Langkah Rusia mengalihkan teknologi militer ke sektor sipil ini dinilai sebagai upaya memaksimalkan hasil riset strategis sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional di tengah dinamika geopolitik global.



