JCCNetwork.id-Tiga astronaut China yang tergabung dalam misi Shenzhou 21 berhasil kembali ke Bumi pada Jumat (29/5/2026) setelah menyelesaikan hampir tujuh bulan bertugas di luar angkasa.
Masa penugasan tersebut tercatat sebagai durasi terlama yang pernah dijalani kru astronaut China di orbit.
Kapsul yang membawa Zhang Lu, Wu Fei, dan Zhang Hongzhang mendarat dengan selamat di area Dongfeng, Inner Mongolia, China utara, pada malam hari waktu setempat.
Kepulangan mereka berlangsung di tengah upaya China mempercepat program eksplorasi antariksa, termasuk target pendaratan manusia di Bulan pada 2030.
Selama berada di stasiun luar angkasa Tiangong, ketiga astronaut menjalankan sejumlah tugas ilmiah dan operasional.
Kegiatan tersebut meliputi pengolahan data eksperimen, pengiriman hasil penelitian, serta pengelolaan logistik dan suplai untuk mendukung operasional stasiun.
Sebelum kembali ke Bumi, kru Shenzhou 21 juga melakukan serah terima tugas dengan awak Shenzhou 23 yang tiba di Tiangong pada awal pekan ini.
Menurut otoritas antariksa China, kru Shenzhou 21 telah melaksanakan tiga kali aktivitas di luar wahana atau spacewalk selama misi berlangsung.
Astronaut Zhang Lu kembali mencatatkan prestasi dengan total tujuh kali spacewalk sepanjang kariernya.
Capaian tersebut menjadikannya astronaut China dengan jumlah aktivitas luar wahana terbanyak hingga saat ini.
Setelah mendarat, Zhang Lu menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan misi dan mengapresiasi dukungan keluarga serta seluruh tim yang terlibat.
Sementara itu, Zhang Hongzhang mengatakan pengalaman menyaksikan Bumi dari luar angkasa memberikan kesan mendalam mengenai pentingnya masa depan bersama bagi umat manusia.
“Melihat Bumi dari luar angkasa, saya benar-benar merasakan bahwa umat manusia adalah komunitas yang tidak terpisahkan dengan masa depan bersama,” ujarnya.
Di sisi lain, salah satu anggota kru Shenzhou 23 dijadwalkan menjalani misi berdurasi satu tahun di stasiun luar angkasa Tiangong.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang China dalam memperkuat kehadirannya di orbit rendah Bumi.
China terus memperluas program antariksa nasionalnya melalui pengembangan stasiun Tiangong setelah tidak lagi berpartisipasi dalam program International Space Station (ISS).
Langkah tersebut berlangsung di tengah meningkatnya persaingan antariksa dengan Amerika Serikat, yang melalui NASA menargetkan pendaratan astronaut di Bulan pada 2028.


