Dolar AS Menguat, Rupiah dan IHSG Tertekan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Tekanan terhadap pasar keuangan domestik kembali meningkat pada awal pekan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan Senin (8/6/2026), seiring menguatnya mata uang Negeri Paman Sam yang didorong oleh data ekonomi terbaru Amerika Serikat serta meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Pada pembukaan perdagangan pagi, rupiah tercatat berada di level Rp18.107 per dolar AS atau melemah 71 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp18.036 per dolar AS. Pelemahan tersebut menandai berlanjutnya tekanan terhadap mata uang Garuda yang dalam beberapa pekan terakhir bergerak di bawah bayang-bayang sentimen eksternal.

- Advertisement -

Analis pasar keuangan menilai penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang memicu pelemahan rupiah. Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis lebih kuat dari perkiraan pasar telah meningkatkan optimisme terhadap kondisi ekonomi negara tersebut, sekaligus mengubah ekspektasi investor terkait arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan data tenaga kerja yang solid membuat dolar AS kembali diminati investor global. Kondisi tersebut menyebabkan aliran dana cenderung bergerak ke aset-aset berbasis dolar dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain faktor ekonomi, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memperkuat posisi dolar sebagai aset aman (safe haven). Ketidakpastian yang dipicu oleh perkembangan konflik di kawasan tersebut mendorong investor global mengurangi eksposur pada aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman.

- Advertisement -

“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan. Eskalasi baru di Timur Tengah juga ikut mendukung penguatan dolar AS dan menekan rupiah,” katanya, dalam keterangan kepada media, Senin (8/6).

Dampak pelemahan rupiah langsung tercermin pada pergerakan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah dengan penurunan lebih dari 100 poin. Tekanan jual terus berlanjut hingga perdagangan pagi, membuat indeks anjlok hampir 4 persen.

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat turun 108,46 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.486,31 saat pembukaan. Namun tekanan semakin besar hingga indeks merosot 222,29 poin atau 3,99 persen ke level 5.371,78 pada pukul 09.15 WIB.

Pelemahan tajam tersebut mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang berpotensi lebih ketat dari perkiraan sebelumnya. Jika selama beberapa bulan terakhir pasar masih berharap adanya penurunan suku bunga, kini perhatian beralih pada kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyebut investor saat ini cenderung mengambil sikap hati-hati sambil menunggu perkembangan terbaru dari pasar global. Menurutnya, data ekonomi AS yang kuat justru membuka peluang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Berdasarkan pemantauan pasar melalui CME FedWatch, pelaku pasar kini mulai memperhitungkan peluang satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Bahkan terdapat kemungkinan munculnya tambahan kenaikan jika tekanan inflasi di Amerika Serikat belum mereda.

Data Nonfarm Payrolls Amerika Serikat untuk periode Mei 2026 menunjukkan penambahan lapangan kerja sebanyak 172 ribu pekerjaan. Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan hanya sekitar 85 ribu pekerjaan baru. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap bertahan di level 4,3 persen.

“Sehingga, membuat Chairman The Fed Kevin Warsh berpotensi mengambil sikap yang lebih hawkish dibanding ekspektasi pasar saat ini,” ujar Liza, dilansir Antara.

Kuatnya pasar tenaga kerja AS dinilai menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi masih cukup solid sehingga berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi. Kondisi tersebut dapat mendorong Federal Reserve mengambil langkah yang lebih agresif dalam menjaga stabilitas harga.

Pelaku pasar juga menyoroti berbagai perkembangan geopolitik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Fokus investor tertuju pada upaya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta respons Israel setelah serangan rudal yang dilaporkan menghantam pangkalan udara Ramat David.

Kombinasi antara ketidakpastian geopolitik dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter global diperkirakan masih akan membayangi pergerakan rupiah maupun pasar saham Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. Investor diharapkan mencermati berbagai perkembangan internasional yang berpotensi memengaruhi arus modal dan sentimen pasar domestik.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Keamanan Selat Hormuz Jadi Fokus Konferensi

JCCNetwork.id-Amerika Serikat dan Inggris dilaporkan tengah mempersiapkan konferensi internasional untuk membahas upaya pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Tak Pakai Lama! Purbaya Gerak Cepat Bongkar Aturan Berbelit
08:35
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan! Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Para Dewa
08:57
Video thumbnail
Bukan Kaleng-Kaleng! Inovasi Pertanian Bikin Heboh, Traktor Amfibi hingga Alat Panjat Kelapa
08:23
Video thumbnail
Luar Biasa Mentan Amran Borong Lahan Jagung Rp10 Miliar, 3.000 H Siap Dibagikan Gratis ke Petani
08:04
Video thumbnail
MUI Dorong Kongres Ambil Sikap Jelas, Minta Rekomendasi Tegas Tolak Praktik LGBT di Indonesia
08:16
Video thumbnail
Bahlil Yakin Era Mobil Hidrogen Segera Tiba, Mobil Listrik Terancam?
11:06
Video thumbnail
Berseloroh, Polkam Bicara Tegas soal Plt Jaksa Agung
08:29
Video thumbnail
MBG Program Mulia, Namun Terganggu Gegara Oknum Pejabat Kalah Lawan Setan & Roh Gelap
08:59
Video thumbnail
Prabowo Semprot Media soal Pemberitaan Sekolah Rusak: Ada Waktunya Saya Sebut!
10:25
Video thumbnail
Dipandang Sebelah Mata, Mampukah B50 Jadi Senjata Baru Energi Indonesia?
11:17
Video thumbnail
Bahlil Singgung "Tulis Lain Baca Lain Bikin Lain"
11:13
Video thumbnail
MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus Begitu Saja, Operator Wajib Kasih Opsi
09:56
Video thumbnail
Purbaya cecar PLN dan Kemenperin Jelaskan Aturan KEK yang Rugikan Industri Lokal
16:59
Video thumbnail
Prabowo Tanya LSM yang Sering Mengkritik: Siapa yang Bayar HP dan Listrik Kalian?
08:47
Video thumbnail
Nasib Pedagang BBM Way Kanan Berbalik, DPR Minta Kasusnya Dihentikan: Dia Pahlawan
08:59
Video thumbnail
Prabowo Soroti Kaus Prabowonomics di Kaus Kader PKB Sebut Tidak Pantas Namanya di Situ!
08:41
Video thumbnail
Suasana Pecah! Prabowo Bercanda ke Bahlil, Sebut MBG Singkatan Mas Bahlil Ganteng
08:37
Video thumbnail
Ngaku Penganut Mazhab Bebas Aktif, Bahlil: Saya Nggak Bisa Digiring
11:09
Video thumbnail
Hadir di Harlah PKB, Bahlil Disambut Meriah, Cak Imin: Gawat, Banyak Penggemarnya!
11:15
Video thumbnail
Dedi Mulyadi Ajak Warga Tinggalkan Kebiasaan Rekam, Utamakan Aksi Nyata
10:54

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER