JCCNetwork.id-Alexander Zverev akhirnya meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah menjuarai French Open 2026.
Namun, keberhasilan petenis Jerman tersebut tidak mendapat sorotan utama dari media Prancis meski turnamen berlangsung di Roland Garros.
Zverev memastikan gelar juara usai mengalahkan Flavio Cobolli dalam laga final lima set yang digelar Minggu (8/6/2026).
Kemenangan itu sekaligus mengakhiri penantian panjangnya untuk menjuarai turnamen Grand Slam.
Meski mencatatkan pencapaian besar, harian olahraga Prancis L’Équipe tidak menempatkan kemenangan Zverev sebagai berita utama di halaman depan.
Surat kabar tersebut hanya menampilkan foto berukuran kecil dengan judul “Zverev, major at last”, sementara headline utama diberikan kepada keberhasilan Metz Handball menjadi klub Prancis pertama yang menjuarai Liga Champions Eropa kategori putri.
Selain memberitakan hasil pertandingan final, L’Équipe juga mengulas kembali kasus dugaan kekerasan domestik yang pernah menyeret nama Zverev.
Kasus yang melibatkan mantan pasangannya, Brenda Patea, ditutup pada 2024 setelah tercapai kesepakatan antara pihak terkait di Pengadilan Distrik Berlin.
Dalam kesepakatan tersebut, Zverev menyetujui pembayaran 150.000 euro kepada negara dan 50.000 euro kepada lembaga amal.
Berdasarkan hukum Jerman, penyelesaian tersebut tidak dianggap sebagai pengakuan bersalah dan tidak menghasilkan catatan kriminal terhadap petenis berusia 29 tahun itu.
Sebelumnya, Zverev juga sempat menghadapi tuduhan serupa dari perempuan lain.
Namun, ATP pada Januari 2023 menyatakan tidak menemukan cukup bukti untuk menjatuhkan sanksi setelah melakukan penyelidikan independen.
Saat menghadiri sesi wawancara sehari setelah kemenangan di Paris, Zverev kembali mendapat pertanyaan mengenai kasus tersebut.
Menurut laporan L’Équipe, ia menegaskan bahwa tuduhan yang pernah diarahkan kepadanya tidak terbukti.
“Saya sudah melakukan semua yang bisa saya lakukan, dan ketidakbersalahan saya telah terbukti,” kata Zverev.
Minimnya sorotan terhadap juara French Open juga terlihat pada sektor putri.
Sehari sebelumnya, L’Équipe tidak menjadikan kemenangan Mirra Andreeva sebagai berita utama dan lebih memilih mengangkat kemunculan pembalap muda Prancis, Paul Seixas.
Di Jerman, kemenangan Zverev justru disambut meriah.
Harian Bild menempatkan fotonya bersama trofi di halaman depan dengan tajuk “Alexander The Great”.
Kanselir Jerman Friedrich Merz turut menyampaikan ucapan selamat melalui media sosial.
“Penampilan luar biasa ini telah menginspirasi dan membanggakan seluruh bangsa,” tulis Merz melalui media sosialnya.
Gelar French Open 2026 menjadikan Zverev sebagai petenis putra Jerman ketiga di era profesional yang mampu menjuarai turnamen Grand Slam.
Ia juga menjadi petenis Jerman pertama yang meraih gelar Grand Slam sejak Boris Becker memenangkan Australia Terbuka 1996.






