Empat Warga Hilang Terkait Banjir di Denpasar

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Hujan deras yang mengguyur Provinsi Bali sejak Rabu (10/9/2025) dini hari memicu banjir besar di sejumlah wilayah, meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Badung, dan Klungkung. Bencana ini tidak hanya merendam kawasan permukiman dan jalan protokol, tetapi juga menyebabkan kerusakan bangunan hingga menelan korban jiwa.

Di Kota Denpasar, kawasan Jalan Sulawesi, Denpasar Barat, menjadi titik terparah. Dua rumah toko (ruko) yang berdiri tepat di tepi Sungai Tukad, yakni Taslim Textile dan News Centrum, ambruk setelah pondasinya tergerus arus banjir. Empat orang penghuni ruko dilaporkan hilang terseret derasnya air.

- Advertisement -

Detik-detik runtuhnya bangunan tersebut terekam kamera warga dan tersebar luas di media sosial. Dalam salah satu video yang diunggah akun X (Twitter) @volcaholi1, terlihat bangunan ambruk seketika saat sungai meluap, sementara belasan ruko di sekitar lokasi tampak miring dan terancam mengalami nasib serupa.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Krisna Dewi, mengungkapkan awalnya ada enam orang yang dilaporkan hilang akibat peristiwa itu. Namun, hasil pengecekan menunjukkan dua di antaranya selamat dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.

“Laporan yang masuk tadi pagi itu ada enam orang. Tapi, setelah dicek ternyata yang dua orang ditemukan selamat dan kini sudah di rumah sakit untuk perawatan. Sedangkan empat orang lainya masih dalam pencaarian,” ujarnya kepada awak media.

- Advertisement -

Banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan utama di Denpasar sehingga arus lalu lintas lumpuh total. Aktivitas warga pun terganggu lantaran akses transportasi terputus dan banyak rumah tergenang air setinggi lutut hingga pinggang.

Tak hanya Denpasar, wilayah lain di Bali juga mengalami bencana serupa. Di Kabupaten Gianyar, hujan deras memicu longsor yang menimpa sebuah rumah. Seorang warga lanjut usia dilaporkan meninggal dunia tertimbun material.

mengatakan pihaknya telah menurunkan tim SAR untuk membantu evakuasi korban serta menyalurkan bantuan darurat.

“Sudah, tim (SAR) sudah bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terdampak,” ucapnya.

Menurut Mahaysastra, faktor lingkungan memperparah bencana banjir kali ini. Maraknya pembangunan di kawasan resapan air serta kondisi sungai yang makin dangkal dan menyempit disebut sebagai penyebab utama air tidak bisa tertampung.

“ya, banjir ini selain karena hujan deras, juga karena banyak bangunan di daerah resapan air. Sehingga, debit air hujan tidak tertaampung,” ujarnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp71,5 Miliar

JCCNetwork.id-Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan tujuh kasus sepanjang Maret 2026. Pemusnahan dilakukan di Pekanbaru dengan total nilai barang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER