JCCNetwork.id — Komisi XI DPR RI bersiap menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon pimpinan Bank Indonesia (BI) setelah menerima penugasan dari DPR.
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Wihadi Wiyanto, mengatakan proses tersebut akan dimulai setelah Surat Presiden (Surpres) yang memuat nama-nama kandidat ditindaklanjuti melalui rapat paripurna DPR.
“Surpres kan memang sudah dikirimkan ke pimpinan DPR, dan sesuai dengan mekanisme nanti pimpinan DPR melalui rapat Paripurna akan menugaskan Komisi XI melakukan fit and proper test,” kata Anggota Komisi XI DPR asal Fraksi Partai Gerindra, Wihadi Wiyanto di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Surpres mengenai calon pimpinan BI telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada pimpinan DPR pada 10 Agustus 2026.
Setelah itu, surat tersebut akan diproses melalui rapat paripurna untuk memberikan mandat kepada Komisi XI.
Dalam usulan tersebut, Presiden mengajukan Destri Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.
Sementara itu, Aida S Budiman diusulkan sebagai calon tunggal Deputi Gubernur Senior BI.
Untuk posisi Deputi Gubernur BI, terdapat dua kandidat yang bersaing, yakni Solikin M Juhro dan Anwar Bashori.
Bagi Solikin, pencalonan tersebut menjadi kesempatan kedua untuk menduduki posisi di jajaran pimpinan bank sentral.
Sebelumnya, pada Januari 2026, Solikin juga mengikuti proses pemilihan Deputi Gubernur BI yang akhirnya dimenangkan Thomas Djiwandono.
Kendati demikian, Wihadi menilai seluruh kandidat tetap memiliki peluang karena keputusan DPR merupakan proses politik.
Wihadi menyebut Komisi XI akan menjalankan seluruh tahapan seleksi sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia juga menilai pengalaman Destri sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan pelaksana tugas Gubernur BI menjadi salah satu modal penting dalam pencalonannya.
Menurutnya, Destri telah menunjukkan kemampuan menjaga kepercayaan pasar ketika menjalankan tugas sebagai Plt Gubernur BI.
“Saya kira Ibu Destri kan selama ini sebagai Deputi Gubernur Senior BI, dan beliau tentunya sudah lama juga. Pada saat kemarin pengunduran Gubernur BI pun beliau sebagai Plt, dan kita melihat bahwa dia cukup diterima oleh pasar,” jelasnya.
Kondisi tersebut dinilai menjadi pertimbangan positif dalam menentukan figur yang akan memimpin bank sentral.
Wihadi juga menekankan pentingnya penerimaan pasar terhadap calon pimpinan BI, terutama di tengah kondisi ekonomi dan pasar keuangan global yang menghadapi berbagai tekanan.
Komisi XI, lanjutnya, terbuka terhadap masukan masyarakat mengenai rekam jejak maupun kinerja para kandidat sebelum proses fit and proper test dilaksanakan.



