JCCNetwork.id- Lonjakan pemudik jalur laut diperkirakan meningkat sebesar 10% pada musim Lebaran 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 2,9 juta penumpang akan menggunakan transportasi laut dalam periode H-15 hingga H+15 Lebaran.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) telah mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan 703 kapal dan 264 posko pemantauan guna memastikan kelancaran arus mudik. Pemerintah juga menetapkan periode operasional arus mudik mulai 21 Maret hingga 11 April 2025.
Dalam Rapat Koordinasi Angkutan Laut Lebaran 2025, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi, menegaskan kesiapan armada dan infrastruktur dalam menghadapi lonjakan pemudik.
Pemerintah juga menekankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Ditjen Hubla melakukan pemeriksaan ketat terhadap kelaikan kapal, kapasitas penumpang, serta ketersediaan peralatan keselamatan seperti lifejacket. Selain itu, sistem rerouting kapal diterapkan untuk mengurangi kepadatan di jalur-jalur sibuk. Pemantauan real-time juga dilakukan guna mengontrol pergerakan kapal dan jumlah penumpang.
Sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran mudik, pemerintah menyediakan 48.867 tiket gratis untuk 336 keberangkatan kapal yang melayani 153 rute. Program ini bertujuan membantu masyarakat dalam merayakan Lebaran di kampung halaman tanpa kendala finansial.
Selain penumpang, pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi barang dan angkutan penyeberangan. Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Ditjen Hubla, Ditjen Perhubungan Darat, Kakorlantas Polri, serta Ditjen Bina Marga, langkah-langkah strategis diambil untuk menjaga keseimbangan antara arus pemudik dan distribusi logistik.
Dengan persiapan yang matang serta sinergi berbagai pihak, pemerintah optimistis bahwa mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman dan tertib. Ditjen Hubla menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik guna menjamin kenyamanan serta efisiensi perjalanan laut selama musim mudik 2025.



