May Day 2026, Buruh Tuntut RUU dan Tolak Upah Murah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam acara yang dihadiri ribuan pekerja dari berbagai serikat buruh tersebut, Presiden menyampaikan sejumlah komitmen pemerintah terkait peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.

Kehadiran kepala negara didampingi sejumlah pimpinan organisasi buruh nasional, di antaranya perwakilan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), serta Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI). Momentum May Day tahun ini menjadi ajang penyampaian aspirasi sekaligus dialog antara pemerintah dan kalangan pekerja.

- Advertisement -

Dalam orasinya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperbaiki kualitas hidup buruh, salah satunya melalui program penyediaan hunian layak. Ia menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan sedikitnya satu juta unit rumah yang diperuntukkan bagi masyarakat pekerja.

Menurutnya, selama ini beban biaya kontrak atau sewa tempat tinggal menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi buruh, sehingga mengurangi kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan lain. Pemerintah, kata dia, ingin mendorong agar pengeluaran tersebut dapat dialihkan menjadi cicilan kepemilikan rumah sendiri.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah telah merealisasikan pembangunan sekitar 350.000 unit rumah pada tahun berjalan. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan guna mencapai target ambisius yang telah ditetapkan.

- Advertisement -

Sementara itu, dalam peringatan May Day 2026, sejumlah tuntutan disuarakan oleh kalangan buruh. Mereka mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang dinilai lebih berpihak pada pekerja. Selain itu, isu penghapusan sistem outsourcing dan penolakan terhadap upah murah juga menjadi sorotan utama.

Tidak hanya itu, para buruh juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Konflik geopolitik yang masih berlangsung dinilai berpotensi berdampak pada stabilitas industri nasional, termasuk kemungkinan terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Perwakilan serikat buruh menilai pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk melindungi tenaga kerja dari dampak krisis global, termasuk dengan memperkuat regulasi ketenagakerjaan serta menjaga daya beli masyarakat.

Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini berlangsung dengan pengamanan ketat dan berjalan tertib. Aparat keamanan bersama panitia memastikan kegiatan berlangsung lancar, sekaligus memberikan ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara damai.

Momentum May Day 2026 diharapkan tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menghasilkan kebijakan konkret yang mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pekerja di Indonesia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kasus Penyadapan Ilegal, Prabowo Sampaikan Keprihatinan

JCCNetwork.id- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan mendalam atas perkembangan kasus dugaan penyadapan ilegal, penghapusan bukti elektronik, serta akses tanpa hak terhadap kepala negara dan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50
Video thumbnail
Di Tengah Ramainya Isu Penyadapan dan Gejolak Polri, Ini Pesan Menko Dudung untuk Rakyat
02:11
Video thumbnail
Detik-Detik Hakim Suhartoyo Cecar Pemohon yang Tak Kenakan Toga #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Momen Hakim Suhartoyo Tegur Pemohon Uji UU Polri Tak Pakai Toga: Tidak Usah Ikut Sidang
09:05
Video thumbnail
Mengingat Pidato Prabowo, Pernah Singgung Pertandingan Jenderal-Jenderal #shorts #trending
01:24
Video thumbnail
Flashback Pidato Prabowo, Singgung Pertandingan Jenderal, Kini Muncul Dugaan Penyadapan Presiden
10:13
Video thumbnail
Detik Detik Jokowi Buka Semua Ijazah di Hadapan Roy Suryo Cs #shorts #trending
00:51

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER