JCCNetwork.id-Proses evakuasi korban kecelakaan antara commuter line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung hingga Senin (27/4/2026).
“Petugas memfokuskan untuk melakukan pemotongan bagian rangkaian gerbong demi mengutamakan menolong penumpang yang terjepit,” ujar Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso dikutip dari Antara, Senin (27/4/2026).
Tim penyelamat memprioritaskan pembebasan penumpang yang diduga terjepit dengan melakukan pemotongan pada bagian rangkaian gerbong.
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, menyatakan bahwa langkah tersebut diambil untuk mempercepat penyelamatan korban di dalam kereta.
Fokus pemotongan diarahkan pada gerbong khusus wanita yang mengalami dampak paling parah akibat tabrakan.
“Berdasarkan laporan sementara dari tempat kejadian, ada sekitar enam hingga tujuh orang di posisi belakang rangkaian KRL,” jelasnya.
Berdasarkan laporan awal di lokasi, terdapat sekitar enam hingga tujuh penumpang yang terjebak di bagian belakang rangkaian KRL.
Operasi evakuasi melibatkan penggunaan peralatan ekstrikasi berat, dipimpin Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo bersama Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika.
Seluruh korban luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, yakni RS Primaya, RSUD Kota Bekasi, dan Rumah Sakit Bantargebang untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, sebanyak 240 penumpang kereta Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat, meski beberapa mengalami luka ringan.
Pihak PT Kereta Api Indonesia menyatakan seluruh penumpang telah dipulangkan ke Stasiun Gambir dan memastikan penanganan korban menjadi tanggung jawab perusahaan.
“Penumpang kereta api Argo Bromo Anggrek dikembalikan ke Stasiun Gambir. Pihak KAI bertanggung jawab dari sisi precovery maupun penanganan korban,” ucap Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.



