JCCNetwork.id- PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 2025 akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2025. Untuk menghindari kendala selama perjalanan, pemudik diminta melakukan berbagai persiapan, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan ketersediaan saldo uang elektronik.
Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menekankan pentingnya kesiapan pemudik sebelum berangkat.
“Ada beberapa hal yang bisa disiapkan, mulai dari sebelum perjalanan, untuk dipastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan layak jalan. Lalu juga pastikan perbekalannya ini sudah mencukupi, khususnya juga bahan bakar, saldo uang elektroniknya juga sudah cukup,” Kata Lisye di Kantor Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi, Rabu (19/3/2025).
Selain kesiapan fisik dan kendaraan, Jasa Marga juga mengimbau pemudik untuk memperhatikan waktu keberangkatan agar terhindar dari kepadatan di jalan tol. Operation & Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Atika Dara Prahita, mengungkapkan bahwa waktu favorit pemudik untuk berangkat biasanya setelah sahur dan setelah maghrib.
“Waktu favorit biasanya habis sahur lalu habis maghrib. Setidaknya mereka juga akan melakukan perjalanan sudah sahur atau bahkan sahur di jalan. Selanjutnya jam-jam berbuka puasa itu juga menjadi jam-jam favorit saat arus mudik,” jelas Atika, Rabu (19/3/2025).
Jasa Marga juga mengingatkan agar pemudik selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Jika mengalami kendala di perjalanan, pemudik dapat menghubungi call center Jasa Marga di 14080 untuk mendapatkan bantuan darurat. Selain itu, pengisian ulang saldo kartu elektronik di gerbang tol diimbau untuk dihindari guna mengurangi kepadatan kendaraan.
Sebagai upaya mendukung kelancaran arus mudik, Jasa Marga menyediakan posko kesehatan di beberapa rest area yang dapat dimanfaatkan oleh pemudik untuk pemeriksaan kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat membantu pemudik agar tetap dalam kondisi prima selama perjalanan menuju kampung halaman.



