Akses Jalan di Kudus Lumpuh Akibat Banjir Hingga 120 Cm

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.Id – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sejak Selasa (21/1) menyebabkan lima desa terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus melaporkan bahwa banjir telah menggenangi lebih dari seratus rumah warga, memutus akses jalan, dan memaksa beberapa warga mengungsi.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus, Munaji, menyebutkan lima desa yang terdampak banjir tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Jati. Desa-desa yang terendam di Kecamatan Kaliwungu meliputi Desa Setrokalangan, Kedungdowo, Banget, dan Garung Kidul. Sementara di Kecamatan Jati, banjir melanda Desa Pasuruhan Lor.

- Advertisement -

“Kelima desa yang dilanda banjir tersebar di dua kecamatan yakni Kecamatan Kaliwungu terjadi di Desa Setrokalangan, Kedungdowo, Banget, dan Garung Kidul. Sedangkan Kecamatan Jati terjadi di Desa Pasuruhan Lor,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus Munaji di Kudus, Jumat.

Menurut data BPBD Kudus, ketinggian genangan bervariasi antara 20 hingga 100 sentimeter di akses jalan, sementara di beberapa titik mencapai 120 sentimeter. Akibatnya, 112 rumah tergenang dan 2.539 jiwa terdampak. Selain itu, 112 hektare lahan persawahan dilaporkan terendam banjir.

“Jika sehari sebelumnya belum ada warga yang mengungsi, maka hari ini (24/1) sudah ada sembilan warga,” ujarnya.

- Advertisement -

BPBD Kudus telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, TNI, Polri, Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana), Desa Tangguh Bencana (Destana), serta relawan untuk melakukan evakuasi korban dan distribusi bantuan. Logistik berupa bahan makanan telah disalurkan ke pengungsian yang dilengkapi dapur umum.

“Kami juga melakukan asesmen data secara periodik, termasuk jumlah warga yang mengungsi dan yang meminta evakuasi,” ujarnya.

Debit air Sungai Wulan yang masih tinggi menjadi perhatian utama BPBD. Meluapnya sungai tersebut melalui spillway di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, menyebabkan aliran air melimpah ke Sungai SWD I (Serang Wulan Drainase I), yang kemudian mengakibatkan banjir di sejumlah desa.

Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir serta meluapnya Sungai Wulan menjadi penyebab utama banjir.

Puluhan rumah dan ratusan hektare sawah di desa-desa tersebut turut terdampak. Pemerintah daerah terus memantau kondisi dan melakukan asesmen berkala untuk memastikan penanganan yang tepat, terutama bagi warga yang memerlukan bantuan lebih lanjut.

Dengan situasi yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik, warga diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan kondisi terkini ke posko bencana terdekat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kebakaran Bromo Meluas, Akses Wisata Ditutup

JCCNetwork.id- Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus menjadi perhatian tim gabungan. Hingga Rabu (12/8/2026), luas area...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER