JCCNetwork.id-Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika yang berkembang sepanjang Agustus 2026.
Dalam keterangan di Jakarta, Jumat (7/8), Dudung menegaskan bahwa modal utama Indonesia bukan hanya kekayaan sumber daya alam, tetapi juga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong seluruh masyarakat.
“Saya meyakini kekuatan bangsa ini tidak hanya terletak pada sumber daya yang kita miliki, tetapi terutama pada persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong seluruh anak bangsa,” kata Dudung dalam keterangan di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Ia juga mengingatkan prajurit TNI dan anggota Polri agar terus menjaga amanah serta kepercayaan publik.
Menurutnya, aparat keamanan merupakan bagian dari rakyat yang memiliki tanggung jawab untuk mengabdi dan melindungi masyarakat.
Dudung menilai hubungan antara rakyat, TNI, dan Polri harus terus dipelihara karena memiliki ikatan historis dan emosional yang kuat.
Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya menjaga kedekatan antara aparat dengan masyarakat dalam mendukung keamanan dan ketertiban nasional.
Selain itu, Dudung menyoroti tantangan yang muncul di era digital, terutama terkait derasnya arus informasi di media sosial.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, kebiasaan memeriksa fakta dan memastikan kredibilitas sumber informasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks dan narasi provokatif yang berpotensi mengganggu situasi nasional.
Dudung juga menyinggung perbedaan pandangan politik dan sosial yang dinilainya sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Meski demikian, ia menekankan agar setiap perbedaan disikapi secara dewasa, saling menghormati, dan tidak menjadi pemicu perpecahan.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, marilah kita menyikapinya dengan kepala dingin, saling menghormati, saling mengingatkan dengan cara yang santun, serta bersama-sama menjaga stabilitas nasional, persatuan dan kesatuan,” tutur Dudung menambahkan.























