JCCNetwork.id-Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan akan menunggu hasil penyelidikan terkait dugaan kematian tujuh remaja yang menceburkan diri ke sungai saat menghindari patroli polisi di Bekasi.
Insiden tersebut terjadi saat kelompok remaja diduga terlibat tawuran pada Sabtu (21/9).
Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, menegaskan pihaknya menunggu pembuktian sesuai fakta.
“Terkait dugaan remaja remaja melompat ke sungai karena takut polisi patroli, Kompolnas menunggu pembuktian sesuai fakta,” kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Poengky juga menekankan bahwa patroli merupakan bagian dari tugas kepolisian untuk menjaga ketertiban dan mencegah kejahatan.
“Agar masyarakat dapat membantu Polri mencegah kejahatan, maka para orang tua dapat menjaga dan mencegah anak-anaknya untuk tidak ikut-ikutan melakukan kenakalan remaja seperti tawuran, begal, konvoi jalanan yang mengganggu masyarakat,” katanya.
Ia juga meminta orang tua berperan aktif mencegah anak-anak mereka terlibat dalam kenakalan remaja seperti tawuran dan konvoi yang mengganggu ketertiban umum.
“Kompolnas berharap pemeriksaan dilakukan dengan hati-hati, tidak terburu-buru dan melibatkan para ahli,” katanya
Kompolnas mendorong Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota untuk menyelidiki kasus ini dengan metode penyidikan ilmiah guna menghasilkan temuan yang tidak terbantahkan.
“Kami yakin Polda Metro Jaya akan transparan dalam mengungkap kasus ini,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengonfirmasi bahwa ketujuh jenazah yang ditemukan di Kali Bekasi adalah remaja yang terlibat tawuran.
“Kami juga mengharapkan jika ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, yang diduga merupakan salah satu dari 7 jenazah, untuk segera melapor ke RS Polri Kramat Jati agar semuanya dapat diidentifikasi,” kata Poengky.
“Mereka menceburkan diri ke sungai karena ketakutan adanya patroli yang lewat atau yang menegurnya. Menegurnya sejauhmana ini sedang kami dalami,” katanya di Bekasi, Minggu (22/9).
Polisi juga mengungkapkan bahwa dari pengakuan rekan-rekan korban yang tertangkap, mereka awalnya berniat merayakan ulang tahun.
Namun, polisi tidak menemukan tanda-tanda perayaan ulang tahun, melainkan senjata tajam di lokasi kejadian.
“Tadi informasinya katanya ulang tahun. Ulang tahun mana kuenya? Tempatnya ‘kan tidak mungkin ulang tahun di sini. Dan yang lebih memperlihatkan ada beberapa sajam,” katanya.
Kompolnas berjanji akan terus memantau jalannya penyelidikan kasus ini dan meminta masyarakat bersabar menunggu hasil akhir.



