Menkeu Targetkan Defisit APBN Tetap Terkendali

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga akhir tahun mencapai Rp734,3 triliun atau setara 2,85 persen te kokrhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Outlook defisit APBN tercatat sebesar Rp734,3 triliun dengan persentase sebesar 2,85 persen terhadap PDB. Dengan demikian outlook pembiayaan anggaran menjadi sebesar Rp734,3 triliun,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Banggar DPR RI, di Kompleks Parlemen, Selasa (7/7/2025).

- Advertisement -

Proyeksi tersebut disampaikan Purbaya saat rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, nilai tersebut sekaligus menjadi proyeksi kebutuhan pembiayaan anggaran pada akhir tahun.

Meski demikian, Purbaya menyatakan pemerintah masih berupaya menekan realisasi defisit agar berada di bawah perkiraan yang telah disusun.

- Advertisement -

Defisit diperkirakan meningkat seiring proyeksi belanja negara yang mencapai Rp3.942,4 triliun atau sekitar 102,6 persen dari target.

Di sisi lain, pendapatan negara diproyeksikan sebesar Rp3.208,1 triliun atau sekitar 101,7 persen dari target yang ditetapkan.

“Saya yakin kita bisa menekan defisit ini ke bawah,” kata dia.

Belanja negara dalam outlook APBN 2026 terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.245,5 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp696,9 triliun, atau sekitar 100,6 persen dari pagu APBN sebesar Rp693 triliun.

“Outlook belanja ditujukan untuk mendukung program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat serta untuk mendukung penyelenggaraan pemerintah daerah, penanggulangan bencana dan tambahan otsus,” ucap dia.

“Selain itu, outlook belanja tersebut sudah memperhitungkan tambahan sebesar Rp 132 triliun untuk pembayaran kewajiban pemerintah subsidi dan kompensasi,” tambahnya.

Purbaya menjelaskan, alokasi belanja tersebut diarahkan untuk mendukung pelaksanaan program prioritas pembangunan, menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat daya beli masyarakat, mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah, penanggulangan bencana, serta penyaluran tambahan dana otonomi khusus.

Selain itu, proyeksi belanja juga telah memasukkan tambahan anggaran sebesar Rp132 triliun untuk memenuhi kewajiban pemerintah dalam pembayaran subsidi dan kompensasi.

Sementara itu, realisasi APBN hingga semester I 2026 mencatat defisit sebesar Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap PDB.

Pendapatan negara telah mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, meningkat 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi penerimaan, penerimaan pajak terealisasi sebesar Rp1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target APBN.

Adapun belanja negara hingga pertengahan tahun tercatat sebesar Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari pagu yang telah ditetapkan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Polres Mesuji Ringkus Empat Terduga Pembunuh Tapir di Hutan Register 45, Terancam UU Konservasi

JCCNetwork.id- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mesuji berhasil mengungkap kasus perburuan satwa liar yang dilindungi dengan menangkap empat orang terduga pelaku pembunuhan seekor tapir...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER