Harga Pangan Bergerak, Cabai dan Bawang Merah Turun

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-  Pergerakan harga pangan nasional kembali terjadi pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Sejumlah komoditas strategis mengalami penyesuaian harga, dengan tren penurunan mendominasi pada kelompok hortikultura seperti bawang merah dan berbagai jenis cabai. Di sisi lain, beberapa komoditas pangan lainnya, termasuk daging sapi dan beras premium, justru mengalami kenaikan.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, bawang merah menjadi komoditas dengan penurunan harga paling signifikan pada hari ini. Harga rata-rata nasional turun 5,7 persen sehingga berada di level Rp47.950 per kilogram.

- Advertisement -

Berbeda dengan bawang merah, harga bawang putih mengalami kenaikan tipis sebesar 0,8 persen menjadi Rp44.050 per kilogram. Perubahan tersebut menunjukkan masih adanya fluktuasi pada komoditas bumbu dapur yang dipengaruhi dinamika pasokan di sejumlah daerah.

Pada kelompok beras, pergerakan harga berlangsung bervariasi. Beras kualitas bawah I mengalami kenaikan sebesar 0,34 persen menjadi Rp14.700 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas bawah II justru turun dengan persentase yang sama menjadi Rp14.500 per kilogram.

Untuk kategori beras medium, harga relatif stabil. Beras medium I tetap diperdagangkan di angka Rp16.350 per kilogram, sedangkan beras medium II bertahan pada Rp16.100 per kilogram.

- Advertisement -

Sementara itu, beras kualitas premium menunjukkan tren kenaikan. Beras kualitas super I naik 0,28 persen menjadi Rp17.650 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II meningkat 0,29 persen menjadi Rp17.150 per kilogram.

Penurunan harga juga terjadi pada seluruh jenis cabai yang dipantau PIHPS. Cabai merah besar turun 4,68 persen menjadi Rp50.950 per kilogram. Cabai merah keriting terkoreksi 3,86 persen menjadi Rp51.050 per kilogram.

Selain itu, cabai rawit hijau mengalami penurunan 3,09 persen menjadi Rp50.200 per kilogram. Penurunan paling tajam terjadi pada cabai rawit merah yang turun 6,3 persen sehingga kini dijual rata-rata Rp63.200 per kilogram.

Di sektor protein hewani, harga daging ayam ras segar mengalami penurunan sebesar 1,21 persen menjadi Rp36.600 per kilogram. Sebaliknya, harga daging sapi justru bergerak naik. Daging sapi kualitas I meningkat 0,17 persen menjadi Rp150.250 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II naik 0,18 persen menjadi Rp141.300 per kilogram.

Untuk komoditas gula, harga gula pasir premium masih bertahan di angka Rp20.300 per kilogram. Sementara gula pasir lokal mengalami koreksi tipis sebesar 0,26 persen menjadi Rp19.050 per kilogram.

Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah turun 0,24 persen menjadi Rp20.550 per liter. Adapun harga minyak goreng kemasan bermerek I masih stabil di Rp24.250 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II tetap berada pada level Rp23.400 per liter.

Sementara itu, harga telur ayam ras segar juga menunjukkan tren penurunan. Komoditas tersebut turun 1,69 persen menjadi Rp29.150 per kilogram.

Pergerakan harga berbagai komoditas pangan tersebut mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang terus berubah di pasar nasional. Pemerintah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan harga guna menjaga stabilitas pasokan serta daya beli masyarakat, terutama terhadap kebutuhan pokok yang menjadi konsumsi sehari-hari.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah

JCCNetwork.id – Harga minyak dunia kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Penurunan lebih dari satu persen membuat harga minyak mentah menyentuh posisi terendah dalam...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER