JCCNetwork.id- Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring memasuki periode musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas mengungkapkan hasil pemantauan terbaru menunjukkan sebagian besar kondisi permukaan tanah di wilayah tersebut telah berada dalam tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran. Sekitar 80 persen lapisan tanah permukaan dinilai dalam kondisi kering dan mudah terbakar akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat sebagian besar wilayah Kabupaten Kapuas didominasi lahan gambut. Karakteristik lahan gambut membuat api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga dapat menjalar hingga ke lapisan bawah tanah. Situasi ini menyebabkan proses pemadaman menjadi jauh lebih sulit karena bara api dapat bertahan dalam waktu lama dan kembali muncul ke permukaan.
BPBD Kapuas menilai pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk mengantisipasi terjadinya karhutla. Oleh sebab itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan sekitar, serta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun selama musim kemarau berlangsung.
Selain menghindari aktivitas pembakaran, warga juga dianjurkan menyiapkan sumber air atau wadah penampungan air di sekitar permukiman maupun lahan pertanian. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi upaya penanganan awal apabila ditemukan titik api sebelum meluas menjadi kebakaran besar.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, relawan, kelompok tani, hingga perusahaan yang beroperasi di wilayah Kapuas untuk memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan karhutla. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas menegaskan partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam meminimalkan risiko kebakaran. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat desa, BPBD, atau instansi terkait apabila menemukan adanya asap, titik api, maupun indikasi kebakaran hutan dan lahan sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat sebelum api meluas.
Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla dapat membantu menekan jumlah kejadian kebakaran selama musim kemarau tahun ini. Langkah antisipatif sejak dini dinilai menjadi kunci untuk melindungi kawasan hutan, lahan produktif, permukiman warga, serta menjaga kualitas lingkungan dari dampak kabut asap yang kerap muncul akibat kebakaran hutan dan lahan.



