JCCNetwork.id- Kaesang Pangarep, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mengumumkan tekad keras partainya untuk merebut kursi di Senayan dalam Pemilu 2024. Hal ini disampaikannya setelah hasil survei mengindikasikan bahwa elektabilitas PSI masih stagnan di angka 0,9 persen.
“Kita tetap kerja keras, lihat saja di Pemilu 2024,” tegas Kaesang usai menerima deklarasi Sedulur Kaesang Jokowi di Jakarta, Jumat (1/12/2023).
Kaesang menegaskan bahwa PSI memiliki basis suara yang kuat di berbagai daerah, seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Bali, Jakarta, Tapanuli (Sumatera Utara), Lampung, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat.
Meski demikian, Kaesang menyadari perlunya upaya lebih intensif di daerah lain untuk meningkatkan elektabilitas PSI. Namun, menghadapi keterbatasan waktu menuju hari pemungutan suara, PSI akan memfokuskan energi dan sumber daya pada beberapa provinsi tertentu.
“Cuma kan kita, karena waktunya mepet, kita fokus di beberapa provinsi saja. Kemarin kan juga habis dari Papua. Alhamdulillah diterima dengan baik juga,” timbalnya.
Hasil survei Charta Politika Indonesia pada periode 26–31 Oktober 2023 menunjukkan elektabilitas PSI sebesar 0,9 persen dalam Pemilu Anggita Legislatif (Pileg). Dengan posisi tersebut, PSI berada di peringkat 11 dari 17 partai politik yang diikutsertakan dalam survei tersebut.
PDI Perjuangan menduduki peringkat tertinggi dengan elektabilitas 26,3 persen, diikuti oleh Partai Gerindra dan Partai Golkar dengan masing-masing 17,8 persen dan 8,1 persen.
Survei berjudul “Peta Elektoral Pasca-Putusan Mahkamah Konstitusi dan Pendaftaran Capres-Cawapres” tersebut melibatkan 2.400 responden yang tersebar di 38 provinsi. Metode survei menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± 2,0 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.



