JCCNetwork.id- Karier pesepak bola muda Fadly Alberto terancam setelah terlibat aksi kekerasan di lapangan yang berujung sanksi berat. Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan panas antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 pada ajang Elite Pro Academy U-20.
Sejak awal pertandingan, tensi laga sudah tinggi dengan sejumlah duel keras antarpemain. Puncak insiden terjadi di tengah pertandingan saat perebutan bola memicu kontak fisik. Dalam situasi tersebut, Fadly Alberto diduga terpancing emosi dan melakukan aksi berbahaya dengan melompat serta melayangkan tendangan tinggi menyerupai gerakan kungfu ke arah pemain lawan.
Akibat tindakan tersebut, Fadly Alberto langsung menuai konsekuensi serius. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memastikan bahwa pemain tersebut resmi dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-20.
“Secara otomatis dicoret. Semalam saya sudah telepon, saya tanya, ‘Itu kok sampai seperti itu bagaimana?’ Ya mau enggak mau, harus dicoret,” ujar Sumardji.
Pencoretan ini berdampak besar terhadap masa depan sang pemain. Kesempatan untuk tampil di dua agenda penting, yakni Piala AFF U-19 2026 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, dipastikan tertutup. Dari yang sebelumnya diproyeksikan sebagai bagian masa depan tim Garuda Muda, Fadly kini harus menerima konsekuensi dari satu momen emosional di lapangan.
Tak hanya itu, kasus tersebut juga telah dilimpahkan ke Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, khususnya Komite Disiplin (Komdis), untuk proses lebih lanjut. Sanksi tambahan masih berpotensi dijatuhkan dan dapat semakin memperberat situasi yang dihadapi pemain muda tersebut.



