Sekolah Rakyat Bertambah, Akses Pendidikan Diperluas

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah terus mempercepat pengembangan program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa implementasi tahap awal program Sekolah Rakyat Rintisan menunjukkan progres yang menggembirakan.

Pernyataan tersebut disampaikan usai peninjauan langsung ke salah satu lokasi rintisan di Jakarta bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

- Advertisement -

Program Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal. Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 166 unit Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah, dengan fokus pada wilayah yang membutuhkan intervensi cepat.

Dalam perkembangan terbaru, Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan verifikasi terhadap sejumlah lokasi tambahan. Hasilnya, terdapat 10 titik baru yang dinilai memenuhi syarat untuk dikembangkan sebagai Sekolah Rakyat Rintisan. Lokasi-lokasi tersebut nantinya akan menjadi cikal bakal pembangunan fasilitas pendidikan permanen.

“Sesuai arahan Presiden, kita akan menambah di beberapa titik. Sampai hari ini yang dinyatakan layak oleh PU ada 10 titik tambahan Sekolah Rakyat rintisan. Jadi ini Sekolah Rakyat rintisan yang insyaallah nanti pada saatnya akan dibangun gedung permanen,” kata Gus Ipul dalam tayangan Metro Pagi Primetime Metro TV, Jum’at 24 April 2026.

- Advertisement -

Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penambahan titik rintisan ini merupakan bagian dari strategi bertahap pemerintah. Ia menyebut, sekolah-sekolah tersebut akan terlebih dahulu dioperasikan dalam bentuk rintisan sebelum dibangun menjadi gedung permanen dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Sementara itu, Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan pembangunan di kawasan strategis, khususnya di wilayah ibu kota. Langkah ini diambil agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh masyarakat dalam radius dekat pusat pemerintahan.

Menurutnya, pemerintah juga mempertimbangkan aspek jangkauan geografis dalam menentukan lokasi pembangunan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah memastikan keberadaan Sekolah Rakyat berada dalam jarak yang mudah diakses masyarakat, termasuk di sekitar wilayah dengan radius beberapa kilometer dari pusat kota.

“Intinya adalah dari ratusan Sekolah Rakyat yang tahun lalu sudah dibangun, kemudian tahun ini 166 lebih, Bapak Presiden ingin khususnya di Jakarta, sekitar 5 kilometer dari pusat ibu kota,” ujar Teddy.

Dengan percepatan pembangunan dan penambahan titik rintisan ini, pemerintah berharap program Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi kesenjangan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

DEN Proyeksikan Ekonomi RI Stabil Tiga Bulan ke Depan

JCCNetwork.id-Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa hasil simulasi ekonomi menunjukkan kondisi perekonomian Indonesia diperkirakan tetap stabil...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER